Showing posts with label planet. Show all posts
Showing posts with label planet. Show all posts

Sunday, 8 January 2017

Robot NASA Temukan Batu Warna Ungu di Mars

Planet Mars selalu identik dengan warna merah kecokelatan karena permukaannya yang tandus dan kering. Belakangan, foto yang dihasilkan oleh Curiosity menunjukkan ada batu-batu yang cenderung berwarna keunguan.

Penjelajah robotika Curiosity milik NASA memang getol menemukan fenomena baru di Planet Merah. Batu-batu yang berwarna ungu itu ditemukan di dekat kaki Gunung Sharp.

Sejumlah foto yang belum lama ini diterima tim peneliti NASA tersebut menggunakan instrumen kamera milik Curiosity, Mast Camera (Mastcam). Foto-foto itu dijepret pada 10 November lalu.

"Variasi warna tersebut menjadi petunjuk mengenai ragamnya komposisi batu di bagian kaki Gunung Sharp," ujar juru bicara NASA, seperti dikutip dari situs Space.com.

NASA melanjutkan, "warna ungu di bagian depan batu bisa dilihat di batu-batu lain ketika instrumen Chemical and Mineralogy milik Curiosity yang mendeteksi hematite."

Gunung Sharp memiliki ketinggian sekitar 4,8 kilometer dari pusat Kawah Gale yang membentang luas selebar 154 kilometer.

Sejak Curiosity mengarungi Kawah Gale pada 2012, ia sering menemukan bukti baru di permukaan yang merujuk bahwa area tersebut berpotensi mendukung kehidupan mikroba di masa lampau.

"Angin dan pasir yang tertiup angin di musim seperti ini cenderung membuat batu-batu terbebas dari debu. Debu tentu saja bisa menutupi warna aslinya," sambung pihak NASA.

Hasl foto yang ditangkap Curiosity ini akan membantu tim ahli geologi mempelajari pola warna pada batu yang sekiranya tak asing bagi Bumi.


NASA: Permukaan Pluto Mirip dengan Bumi

Peneliti antariksa kembali menemukan kejutan menarik dari Pluto. Lembaga Luar Angkasa dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyebut salah satu permukaan Pluto mirip dengan yang ada di Bumi.

Wujud permukaan tanah Pluto yang berhasil direkam oleh wahana antariksa New Horizons milik NASA diklaim serupa dengan bentuk 'penitentes' atau formasi es di daerah dataran tinggi.

Sekilas, gambar perbukitan es ini seperti kulit ular. Sementara ini peneliti menamainya Tartarus Dorsa.

NASA memperkirakan perbukitan es Pluto tersebut punya ketinggian sekitar 500 meter lebih. Tebakan mereka berdasarkan pencitraan Pluto yang paling jelas sepanjang sejarah pada 2015 lalu.

Dua hal yang membedakan antara Tartarus Dorsa dengan perbukitan es di Bumi adalah komposisi dan ukurannya. Perbukitan es di Bumi tercipta dari salju atau es air. Sedangkan Tartarus Dorsa didominasi oleh metana dan es nitrogen.

"Ukuran raksasa ini sudah diprediksi dengan teori yang sama yang menjelaskan pembentukan penitentes di Bumi," ucap John Moores dari York University, AS, yang mengepalai penelitian dikutip dari situs resmi NASA.

Para peneliti menggunakan metode ramalan cuaca dan simulasi komputer untuk menjelaskan peristiwa penguapan es secara fisika. Hasilnya, mereka menemukan bukti bahwa salju dan rupa es di Pluto sama dengan yang ada di Bumi.

Menurut Moores lingkungan Pluto memang berbeda jauh dengan Bumi. Di sana lebih dingin, udara lebih tipis, matahari lebih redup, dan permukaannya pun terdiri dari metana dan nitrogen. Namun menurutnya hal itu tak bisa mengesampingkan sifat dasar alam. 

"Malah kita bisa mencocokkan ukuran, perpisahannya, arah bukit, juga usianya," lanjut Moores.

Moores dan tim penelitinya yakin perbukitan es ini tak hanya ada di Pluto dan Bumi, tapi juga terdapat di planet lain dalam sistem tata surya dengan beberapa kondisi seperti temperatur rendah dan jenis atmosfer.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Nature ini juga memperkirakan Tartarus Dorsa di Pluto tercipta dalam kurun waktu puluhan juta tahun. 
Gambar Tartarus Dorsa diambil dari wahana New Horizons dari jarak 12.550 kilometer. Jarak itu merupakan rekor terdekat bagi wahana milik manusia ke Pluto.