Planet Mars selalu identik dengan warna merah kecokelatan karena permukaannya yang tandus dan kering. Belakangan, foto yang dihasilkan oleh Curiosity menunjukkan ada batu-batu yang cenderung berwarna keunguan.
Penjelajah robotika Curiosity milik NASA memang getol menemukan fenomena baru di Planet Merah. Batu-batu yang berwarna ungu itu ditemukan di dekat kaki Gunung Sharp.
Sejumlah foto yang belum lama ini diterima tim peneliti NASA tersebut menggunakan instrumen kamera milik Curiosity, Mast Camera (Mastcam). Foto-foto itu dijepret pada 10 November lalu.
"Variasi warna tersebut menjadi petunjuk mengenai ragamnya komposisi batu di bagian kaki Gunung Sharp," ujar juru bicara NASA, seperti dikutip dari situs Space.com.
NASA melanjutkan, "warna ungu di bagian depan batu bisa dilihat di batu-batu lain ketika instrumen Chemical and Mineralogy milik Curiosity yang mendeteksi hematite."
Gunung Sharp memiliki ketinggian sekitar 4,8 kilometer dari pusat Kawah Gale yang membentang luas selebar 154 kilometer.
Sejak Curiosity mengarungi Kawah Gale pada 2012, ia sering menemukan bukti baru di permukaan yang merujuk bahwa area tersebut berpotensi mendukung kehidupan mikroba di masa lampau.
"Angin dan pasir yang tertiup angin di musim seperti ini cenderung membuat batu-batu terbebas dari debu. Debu tentu saja bisa menutupi warna aslinya," sambung pihak NASA.
Hasl foto yang ditangkap Curiosity ini akan membantu tim ahli geologi mempelajari pola warna pada batu yang sekiranya tak asing bagi Bumi.
Showing posts with label sains. Show all posts
Showing posts with label sains. Show all posts
Sunday, 8 January 2017
Robot NASA Temukan Batu Warna Ungu di Mars
Labels:
mars,
nasa,
planet,
Robot,
sains,
technologi,
technology,
Teknologi
Location:
Jasinga, Indonesia
Thursday, 25 August 2016
10 Mitos tentang sains ini sudah terlanjur dipercaya, padahal salah!
Tentunya kamu percaya kalau ilmu pengetahuan itu memang tak ada batasnya. Mulai dari ilmu fisika, kimia, biologi, dan banyak ilmu lainnya menjadi pilar kehidupan di bumi. Dari ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), tentunya kamu pernah mendengar banyak teori-teori tentang kehidupan di bumi. Lalu, begitu menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), ilmu-ilmu tersebut menjadi semakin dikerucutkan dan kamu pun lebih detail dalam mempelajarinya.
Nah, rupanya ada banyak sekali ilmu dan teori pengetahuan yang selama ini dipercaya dan salah kaprah, lho. Apa saja? Yuk, simak teori-teori ilmu pengetahuan yang selama ini diyakini, namun ternyata keliru, disantaranya :
Nah, rupanya ada banyak sekali ilmu dan teori pengetahuan yang selama ini dipercaya dan salah kaprah, lho. Apa saja? Yuk, simak teori-teori ilmu pengetahuan yang selama ini diyakini, namun ternyata keliru, disantaranya :
1. Matahari berwarna kuning.
Dari dulu, kamu diajari bahwa matahari itu berwarna kuning, setuju? Padahal, yang sebenarnya, cahaya matahari itu berwarna putih, lho. Mengapa bisa menjadi berwarna kuning? Hal itu dikarenakan atmosfer bumi yang membelokkan cahaya melalui efek yang disebut hamburan Rayleigh. Fenomena inilah yang juga membuat langit tampak biru dan menyebabkan matahari berwarna kuning kemerah-merahan saat tenggelam.
2. Gurun terluas di dunia adalah Sahara.
Kamu percaya kalau gurun terluas adalah gurun Sahara? Kamu salah kaprah, lho. Gurun tak selalu tempat kering yang tandus dan panas. Tempat tak berpenghuni juga bisa disebut gurun. Dan salah satunya adalah Antartika. Antartika memiliki luas 5,4 juta mil persegi. Sementara Sahara hanya seluas 3,6 juta mil persegi.
3. Ilmu astrologi bisa memprediksi masa depanmu.
Kamu yang percaya sama zodiak wajib berpikir ulang. Mengapa? Ternyata para ilmuwan di dunia sudah berkali-kali melakukan pembuktian ilmiah tentang zodiak yang dianggap bisa memprediksi masa depan. Dan hasilnya adalah Astrologi tidak lebih dari metode mengundi nasib.
4. Sinyal telepon memantul dari satelit.
Ponsel yang kamu gunakan setiap hari itu ternyata berbeda dengan telepon satelit, lho. Ponsel akan memancarkan sinyal radio nirkabel dan melakukan pencarian, ping, dan relay data dari dan ke menara seluler terdekat. Jadi bukan memantul dari satelit, ya.
5. Tembok Besar China satu-satunya bangunan yang bisa dilihat dari ruang angkasa.
5. Tembok Besar China satu-satunya bangunan yang bisa dilihat dari ruang angkasa.
Kamu pernah dengar kalau Tembok Besar China adalah satu-satunya bangunan yang bisa dilihat dari ruang angkasa? Kamu salah kaprah, Tembok Besar China bukanlah satu-satunya bangunan yang terlihat dari ruang angkasa. Tergantung dari ruang angkasa sebelah mana kamu melihatnya. Dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, misalnya, kamu dapat melihat dinding dan banyak bangunan buatan manusia lainnya. Sedangkan kalau dari bulan, kamu tidak dapat melihat bangunan sama sekali, hanya cahaya redup dari lampu-lampu kota.
6. Gravitasi bulan menyebabkan pasang surut air laut.
Penyebab pasang surut sebenarnya adalah adanya inersia air dari rotasi bumi. Saat berputar dengan kecepatan sekitar 1.040 mph, bumi "mengempaskan" air yang berlawanan dengan bulan. Sementara di sisi bumi yang lain, air menyurut dan mengalir untuk membentuk pasang. Jadi, gravitasi bulan tidak sepenuhnya benar bisa menyebabkan pasang surut air laut.
7. Bumi berbentuk bulat sempurna.
7. Bumi berbentuk bulat sempurna.
Bumi berputar dengan kecepatan 1.040 mph. Kecepatan ini mengakibatkan kutub planet menjadi pipih dan tonjolan di sekitar khatulistiwa. Akibat pemanasan global dan mencairnya gletser, para ilmuwan memprediksi bahwa tonjolan kini berkembang sehingga bentuk bumi semakin oval.
8. Everest adalah gunung tertinggi di dunia.
8. Everest adalah gunung tertinggi di dunia.
Jika diukur dari permukaan laut, Everest memang gunung tertinggi di dunia. Namun kalau diukur dari dasar hingga puncak, gunung tertinggi sedunia sebenarnya Mauna Kea di Hawaii. Everest memiliki ketinggian 29.035 kaki di atas permukaan laut, sedangkan Mauna Kea hanya mempunyai ketinggian 13.796 kaki di atas permukaan laut. Namun Mauna Kea memanjang sekitar 19.700 kaki di bawah Samudera Pasifik. Jadi kalau ditotal, ketinggian Mauna Kea sekitar 33.500 kaki atau hampir satu mil lebih tinggi dari Everest. Wow!
9. Air menghantarkan listrik.
9. Air menghantarkan listrik.
Air murni atau suling sama sekali tidak bisa menghantarkan listrik, guys. Penyebab air dapat mengantarkan listrik karena kandungan mineral, kotoran, dan hal-hal lain yang akan menghantarkan listrik. Jadi, bukan murni airnya ya, tapi kandungannya.
10. Berlian berasal dari batubara.
10. Berlian berasal dari batubara.
Kebanyakan berlian tidak terbentuk dari batubara. Sebaliknya, berlian merupakan karbon yang dikompresi dan dipanaskan 90 mil di bawah permukaan bumi. Sementara batubara ditemukan sekitar 2 mil ke bawah permukaan bumi. Dengan demikian berlian dan batubara adalah dua benda yang berbeda.
Yuk... TONTON VIDEONYA DISINI :
Subscribe to:
Posts (Atom)









