Showing posts with label tanaman hias. Show all posts
Showing posts with label tanaman hias. Show all posts

Friday, 2 September 2016

Anggrek Pensil, Flora Langkah di DDTS

Anggrek Pensil

DDTS adalah singkatan dari Danau Dendam Tak Sudah. Nama danau ini memang terasa aneh, menyeramkan dan belum seakrab danau-danau besar, seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Maninjau dan Danau Singkarak di Sumatera Barat dan Danau Ranau di Lampung.

Namun pesona Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) di Bengkulu ini tidak kalah indah dan eksotik. Memang, saat ini belum banyak wisatawan yang mengenal danau yang hanya berjarak sekitar 6 km dari pusat Kota Bengkulu itu.

Menilik dari namanya saja, Danau Dendam Tak Sudah sudah menyiratkan sebuah kisah tragis di baliknya. Nama danau ini diyakini terkait dengan legenda sepasang muda-mudi. Mereka mengikat janji sehidup semati, namun kisah asmara mereka tak kesampaian. Dia dijodohkan dengan laki-laki lain, padahal benih-benih cinta di hati kedua remaja ini tidak bisa dipisahkan lagi.


Lalu kedua anak muda yang dimabuk asmara itu bunuh diri ke dalam danau. Konon sejak itu di dalam danau terdapat dua ekor lintah besar, yang merupakan jelmaan sepasang kekasih tersebut.

Di masa Belanda, danau ini kemudian dibuat dam, agar lebih tertata dan tidak mudah meluap serta memudahkan pembuatan jalan. Bukti-bukti dam itu bisa terlihat hingga kini. Namun setelah merdeka pembangunan dam terbengkalai. Dam yang tak selesai itu menginspirasikan warga setempat untuk menamainya menjadi Dam Tak Sudah dan kata “Den” di depan kata “Dam” hanyalah merupakan “kerancuan” yang sengaja ditimbulkan untuk menggelitik rasa ingin tahu.

Danau seluas 37,50 hektare itu memiliki keunikan yang tidak dimiliki danau lainnya. Di bawah Danau Dendam Tak Sudah, konon terdapat gunung berapi.

Danau ini juga memiliki berbagai flora unik, yakni anggrek Pensil (vanda hookeriana), yang diyakini hanya tumbuh di kawasan ini. Flora unik yang lain adalah anggrek matahari, bakung, nipah, pulai, ambacang rawa, terentang, plawi, brosong, gelam, pakis dan sikeduduk.

Panorama di kawasan danau juga sangat indah. Sejauh mata memadang, pengunjung akan dimanja lanskap Bukit Barisan yang membiru dan terlihat sayup-sayup di kejauhan.

Di seputar danau kini menjadi kawasan cagar alam karena menjadi plasma nuftah bagi anggrek pensil. Juga ditemukan berbagai fauna seperti kera ekor panjang, lutung, burung kutilang, babi hutan, ular phyton, siamang, siput dan berbagai jenis ikan termasuk ikan langka seperti kebakung dan palau.

Perambahan cagar alam telah mencapai 70 persen dari luas kawasan, terutama di sepanjang kiri jalan air Sebakul-Desa Nakau. Perambahan ini telah mengancam kondisi fisik kawasan serta sejumlah flora dan fauna yang kini mulai sulit ditemui.

Beruntung, anggrek pensil yang merupakan flora unggulan Danau Dendam Tak Sudah, hingga kini masih bisa dinikmati pengunjung. Anggrek dengan bunga putih dipadu warna ungu dan bintik-bintik hitam, seperti dilansir Kapanlagi, selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke danau itu.  Lutung dan kera ekor panjang pun terkadang masih bisa terlihat bergelantungan di pohon-pohon. Namun fauna lain, kini mulai jarang ditemui.

Kini danau tersebut juga berfungsi sebagai daerah tangkapan air (catchment area). Kawasan ini merupakan penyuplai sebagian besar air untuk petani di kota Bengkulu serta penyimpan cadangan air tanah.

Cagar Alam Dusun Besar tempat danau ini berada memiliki topografi wilayah 0-8 persen. Ketinggian kawasan ini dari permukaan laut kurang lebih 15 meter. Bentukan lahan dari batuan yang menyusun kawasan terdiri dari batuan neogin (Pliosin dan Miosin).

Di kawasan danau, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan alam berupa permukaan danau yang terlihat kemerahan ditimpa sang surya menjelang beranjak keperaduannya. Atraksi matahari terbit disertai udara pagi yang bersih serta semburat warna merah di permukaan danau menjelang malam sangat ideal bila diabadikan dari lensa kamera.

Keasrian danau serta lingkungan cagar alam yang luas merupakan potensi bagi wisatawan minat khusus untuk melakukan pendidikan dan penelitian. Di lokasi ini, pengunjung juga bisa berperahu dan menggunakan rakit ke seluruh penjuru danau, dan memancing.

Beberapa warga di seputar danau menyediakan pondok-pondok yang menawarkan berbagai jenis makanan seperti jagung bakar dan kelapa muda. Beberapa makanan khas Bengkulu seperti perut punai, lempuk dan kue tat juga bisa dibeli di sekitar lokasi.

Monday, 29 August 2016

Budidaya Tabulampot Buah Naga / Cara Menanam Buah Naga Dalam Pot

Bila Anda termasuk yang suka buah naga, Anda tak perlu selalu membelinya namun Andapun dapat menanamnya di rumah. Bahkan bila lahan pekarangan rumah Anda kurang luas, Anda dapat menyiasatinya dengan cara menanam buah naga dalam pot atau melakukan budidaya tabulampot buah naga.

Buah naga termasuk tanaman yang mudah dalam penanaman dan perawatannya serta tidak memerlukan teknik khusus untuk menanam buah naga dalam pot / melakukan budidaya tabulampot buah naga ini. Walaupun demikian, Anda tetap harus memperhatikan syarat tumbuh tanaman buah naga ini.

budidaya tabulampot buah naga, cara membuat tabulampot buah naga, cara menanam tanaman buah naga di pot


Cara Menanam Buah Naga Dalam Pot / Budidaya Tabulampot Buah Naga


Ada 5 langkah cara menanam buah naga dalam pot atau melakukan budidaya tabulampot buah naga yang harus dilakukan agar tanaman buah naga tsb dapat tumbuh maksimal dan berbuah sesuai harapan.

1. Persiapan Sebelum Menanam Buah Naga Dalam Pot / Budidaya Tabulampot Buah Naga
  • Pembibitan / Pemilihan Bibit
Ada 2 cara menanam buah naga dalam pot / budiaya tabulampot buah naga yaitu menggunakan bijinya / secara generatif dan menggunakan potongan batangnya / secara vegetatif. Cara menanam buah naga dalam pot menggunakan bijinya jarang dilakukan karena memakan waktu produksi yang jauh lebih lama. Cara menanm buah naga dalam pot menggunakan potongan batangnya dilakukan dengan cara memotong batang pohon induk yang memiliki kondisi sehat, tua dan sudah berbuah 3- 4 kali. Batang tsb berwarna hijau gelap kelabu dengan ukuran ideal 20 – 30cm. Potongan batang tanaman induk tsb kemudian diangin-anginkan sampai getah mengering agar tidak mudah busuk. Sebelum menanam buah naga dalam pot / melakukan budidaya tabulampot buah naga, Anda dapat mencelupkan potongan batang tsb kedalam larutan zat perangsang tumbuh.
  • Persiapan Pot Dan Media Tanam
Untuk melakukan budidaya tabulampot buah naga / menanam buah naga dalam pot, Anda dapat menggunakan pot apa saja dengan diameter 40-50cm namun sebaiknya pot tanah liat. Pot yang digunakan harus memliki lubang di bawahnya dan memiliki kaki-kaki atau penyangga. Untuk media tanamnya, Anda dapat menggunakan campuran tanah, bubuk bata merah, pasir, kompos dan pupuk kandan dengan perbandingan 1:2:2:1:3. Bila diperlukan, tambahkan juga 100 gram dolomite dan 20 gram pupuk NPK ke dalam campuran tadi.

2. Proses Menanam Buah Naga Dalam Pot
  • Masukkan campuran media tanam hingga 80 % dari volume pot. 
  • Buat tiga lubang tanam dengan diameter 6cm dan kedalaman 10cm. 
  • Isi setiap lubang tanam dengan potongan batang yang sudah disiapkan. 
  • Padatkan media tanam di setiap pangkal bibit. 
  • Siram secukupnya, jangan menggenangi pangkal batang.
  • Gunakan tiang panjat untuk mengikat bibit sehingga bibit tsb tidak mudah roboh.
  • Letakkan tabulampot buah naga di tempat yang terkena sinar matahari terutama pada pagi hari.
3. Perawatan tabulampot buah naga
  • Penyulaman yaitu penggantian tanaman yang mati atau busuk pada pangkal batang, tanaman buah naga tidak tumbuh atau kerusakan fisik lainnya. Penyulaman tabulampot buah naga sebaiknya dilakukan seminggu setelah menanam bibit buah naga dalam pot. 
  • Setiap bulan sebaiknya tanaman tabulampot buah naga diberi pupuk NPK (16–16–16) sebanyak 2 sdt / tanaman atau 6 sdt / pot yang berisi 3 buah bibit. Anda pun dapat menambahkan pupuk mikro. Ikuti petunjuk penggunaan yang diberikan oleh pabrik pembuatnya.
  • Siramlah tanaman tabulampot buah naga secara teratur secukupnya setelah hari ke-10 sesudah penanaman atau sesuai kondisi lahan. Penyiraman dapat dilakukan seminggu sekali hingga umur 6 bulan atau bila kondisi tanah kering atau saat musim kemarau maka penyiraman dapat dilakukan 5 – 7 hari sekali. Pada saat tanaman buah naga sudah mulai berbunga, lakukan penyiraman tiap 10 – 14 hari sekali. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari pukul 06.00 atau sore hari pukul 17.00. Penyiraman dihentikan bila buah sudah membesar seukuran kepalan tangan walaupun masih hijau sedikit kemerahan pada kulitnya.
  • Pemangkasan pada tabumlapot buah naga diperlukan untuk membentuk cabang baru dan cabang produktif, biasanya dilakukan sejak tanaman berumur 2-3 bulan. Lakukan pemangkasan pada ujung batang hingga menyisakan 40-60cm dari media tanam. Kelebihan tinggi tanaman lebih dari 140-170 cm harus dipangkas. Biasanya dari batang pokok akan tumbuh 3-4 tunas cabang baru, pilihlah satu tunas yang pertumbuhannnya paling baik dan cepat, dan buang tunas yang lainnya. 
4. Pemanenan Tabulampot Buah Naga
Tanaman tabulampot buah naga biasanya akan mulai berbunga pada umur +/- 6 bulan. Diperlukan waktu sekitar 50-55 hari untuk mendapatkan buah siap petik dari kuncup bunga. Segeralah petik buah yang ditandai degan warna merah pada semua kulit buah kecuali sisik buah naga pada bagian ujung buah masih hijau sedikit. Rekahan akan timbul pada buah yang terlambat dipetik yang dapat menyebabkan buah cepat rusak. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong tangkainya dengan menggunakan gunting atau pisau tanpa merusak kulit buah. Ukuran buah yang dipanen dari tabulampot buah naga akan bergantung pada beberapa faktor, yaitu jenis tanaman buah naga, pengolahan lahan tanam yang baik, penyiraman air yang cukup, pemupukan, pemangkasan, dll.

5. Repotting / Pemindahan Pot Tabulampot Buah Naga
Repotting tabulampot buah naga dapat dilakukan setelah tanaman berumur 3 tahun. Pengeluarkan tanaman dari pot lama, harus dengan hati-hati. Pindahkan tanaman tsb beserta tiang panjatnya ke dalam pot baru yang berdiameter 60-70cm yang sudah diisi dengan media tanam baru.

Sunday, 28 August 2016

Cara Memberikan Air Dari Bawah Pada Tanaman Dalam Pot

Pemberian air pada tanaman sangatlah penting dilakukan untuk memastikan kebutuhan air di tanaman tetap terpenuhi karena air merupakan salah satu faktor esensial untuk pertumbuhan tanaman. Pemberian air pada tanaman biasanya dilakukan dengan penyiraman air dari atas. Penyiraman tanaman dari atas untuk tanaman dalam pot merupakan cara yang efektif untuk memperoleh kelembaban yang diperlukan tanaman namun ternyata cara tersebut kurang cocok untuk beberapa tanaman.

cara memberikan air pada tanaman dalam pot yang benar

Beberapa tanaman dapat berubah warna dan muncul bintik-bintik pada daun bila daunnya terkena air. Jika akar tanaman terlalu penuh dalam pot maka air yang disiramkan akan mengalir begitu saja dan tidak mampu tersimpan di tanah atau media tanam. Untuk menghindari hal tsb maka salah satu solusinya adalah dengan memberikan air dari bawah pada tanaman dalam pot. Pemberian air dari bawah akan menambah kelembaban tanah. Selain itu dengan memberikan air dari bawah pot juga akan menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu sering-sering memberikan air pada tanaman kesayangan Anda.

Pemberian air dari bawah pada tanaman dalam pot akan membuat akar tanaman lebih kuat karena akar akan terus tumbuh ke bawah mencari kelembaban. Pemberian air dari bawah pot ini dapat digunakan untuk seluruh tanaman yang ditanam dalam pot baik yang diletakkan di dalam rumah maupun di luar rumah.

Cara Memberikan Air Dari Bawah Pot Pada Tanaman Dalam Pot


1. Untuk mengetahui waktu yang tepat untuk memberikan air adalah dengan cara menekan tanah antra pot dan batang tanaman dengan menggunakan jari. Bila jari Anda tidak merasakan basah pada tanah dalam pot maka itu adalah waktu yang tepat untuk memberikan air.

2. Masukan air bersih ke dalam wadah yang cukup besar yaitu cukup menampung pot berisi tanaman. Air yang digunakan sedemikian banyak cukup merendam bagian bawah pot namun tidak menyentuh bagian atas pot. Bila Anda menggunakan air ledeng sebaiknya inapkan dulu air tsb semalaman untuk mengurangi kadar klorine, tetapi bila Anda menggunakan air sumur maka akan lebih baik.

3. Masukkan pot yang berisi tanaman selama 10 menit atau Anda dapat melakukan pemeriksaan kelembaban tanah lagi dengan cara menekan tanah menggunakan jari. Jika terasa masih kering maka lakukan penambahan waktu perendaman menjadi 20-30 menits. Buanglah kelebihan air.

4. Pemberian air dari bawah pot dapat menjaga kelembaban pada akar secara seragam tetapi sistem pengairan ini tidak mampu membuang kelebihan garam dan mineral yang ada pada tanah karena pemupukan dll sehingga perlu dilakukan penyiraman dari atas tanah sebulan sekali untuk membilas dan membuang kelebihan mineral pada tanah dalam pot.

Itulah cara memberikan air dari bawah pot pada tanaman dalam pot atau tambulapot sebagai alternatif untuk mengurangi penyakit yang timbul karena penyiraman air dari atas pada tanaman. Selamat mencoba ...


Saturday, 27 August 2016

Cara Menanam Bawang Daun Di Dapur Rumah Anda

Bawang daun adalah tanaman sejenis bawang. Berbeda dengan bawang lainnya, bawang daun tidak memiliki umbi dan justru yang dimanfaatkan untuk membuat berbagai masakan adalah daunnya. Pemakaian bawang daun ini biasanya hanya sedikit hanya sebagai pelengkap saja. Kadang bawang daun yang kits beli dari tukang sayur maupun di pasar sering berlebih dan terbuang percuma. Daripada mubazir, bagaimana bila kita menanam bawang daun sendiri, caranya pun cukup mudah, Anda dapat menanam daun bawang di pekarangan rumah atau bahkan di dapur Anda. Bila di dapur Anda tentunya media tanam yang digunakan adalah air atau yang lebih dikenal dengan Hidroponik agar dapur Anda tampak bersih dan Indah.

cara menanam bawang daun secara hidroponik, cara menanam bawang daun di dapur, cara menanam bawang daun di wadah bekas, budidaya bawang daun sederhana

Cara Menanam Bawang Daun Menggunakan Air


1. Penyiapan Bibit Bawang Daun
Untuk mendapatkan bibit bawang daun caranya mudah saja, Anda tinggal membeli bawang daun untuk keperluan memasak tapi pastikan bawang daun yang Anda beli masih memiliki akar dan terlihat segar. Potong daun bawang yang bberwarna hijau dan sisakan batang yang berwarna putih termasuk akarnya.

2. Penyiapan Media Tanam Dan Wadahnya
Siapkan wadah bekas air mineral atau bila ingin terlihat cantik Anda dapat menggunakan toples. Pastikan wadah yang digunakan adalah bersih, bila diperlukan cuci dahulu. Isi dengan air bersih secukupnya sampai dapat merendam akar bawang. Bila Anda menggunakan air ledeng atau PDAM sebaiknya air tsb diinapkan dulu semalaman untuk mengurangi bau klorin. Namun bila air sumur dapat langsung digunakan.

3. Penanaman Bawang Daun
Masukkan potongan batang termasuk akarnya tadi ke dalam wadah yang berisi air bersih. Sesuaikan volume air. Letakkan wadah yang berisi tanaman di dekat jendela sehingga masih dapat terkena sinar matahari.

4. Perawatan
Sebetulnya penanaman bawang daun secara hidroponik sederhana ini hampir tak memerlukan perawatan kecuali untuk menambahkan media air dan mengganti media air secara rutin. Lakukan pencucian wadah dan ganti air yang digunakan setiap minggunya untuk menghindari jenuhnya akar dalam pengambilan udara. Tambahkan air setiap kali air dalam wadah berkurang.

5. Pemanenan
Anda dapat melakukan pemanenan bawang daun kapan saja asalkan daun nya sudah lumayan panjang dan dapat dipotong.

Itulah cara mudah menanam bawang daun di rumah secara hidroponikSelamat mencoba ...

Friday, 26 August 2016

Cara Menanam Cabe Hidroponik Sistem Wick Menggunakan Wadah Bekas

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai cara menanam cabe hidroponik menggunakan sistem wick / sumbu. Menanam cabe dengan cara hidroponik lebih menguntungkan setidaknya mudah dalam perawatan dan tidak perlu repot-repot menyiram. Cara menanam cabe hidroponik sistem wick ini cukup sederhana dan murah karena Anda dapat menggunakan bahan-bahan bekas yang tersedia di rumah Anda.
menanam cabe secara hidroponik sumbu dalam pot

Bahan Yang Diperlukan Untuk Menanam Cabe Hidroponik Sistem Wick / Sumbu

  • Pot untuk menanam cabe
  • Wadah lainya seperti ember atau wadah bekas cat tembok untuk tempat larutan nutrisi
  • Kain flannel / sumbu
  • Stereofoam (bila diperlukan)

Cara Menanam Cabe Hidroponik Sistem Wick / Sumbu

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk menanam cabe hidroponik sistem wick / sumbu:
1. Penyiapan Pot
Pot yang digunakan untuk menanam cabe hidroponik sistem wick harus cukup besar dengan ukuran diameter 20-30 cm. Pastikan pot memiliki lubang di bagian bawah dan bagian samping. Anda dapat melubangi pot dengan menggunakan paku panas atau solder. Masukan kain flannel di bagian bawah pot sedimikian hingga ujung dari kain flannel tsb dapat menyentuh cairan nutrisi pada wadah yang satunya.
2. Penyiapan Media Tanam
Media tanam yang dapat digunkan untuk menanam cabe hidroponik sistem wick / sumbu dapat Anda buat sendiri dengan mencampur cocopeat dan arang sekam dengan perbandingan 1:1 lalu aduk secara merata.
3. Penyiapan Benih Cabe
Bibit cabe dapat diperoleh dari biji cabe yang telah disemai sebelumnya. Gunakanlah benih cabe yang telah siap tanam untuk menanam cabe hidroponik sistem wick / sumbu.
4. Penyiapan Larutan Nutrisi
Gunakan ember atau wadah bekas yang ukurannya lebih kecil dari pot yang digunakan untuk menanam. Ambilah ember / wadah bekas yang dapat menampung pot tsb kira-kira ½ - ¾ bagian saja. Bila tidak tersedia wadah dengan ukuran yang pas, Anda dapat mengakalinya dengan menggunakan stereofoam yang cukup tebal yang kemudian Anda lubangi sehingga dapat menyangga pot cabe di atas nya agar tidak tercelup semua ke dalam wadah larutan nutrisi. Larutan nutrisi untuk menanam cabe hidroponik sistem wick / sumbu dapat Anda buat sendiri atau membelinya di toko tanaman.
5. Cara Menanam Cabe Hidroponik     
  • Basahi kain flannel dengan larutan nutrisi       
  • Masukkan media tanam ke dalam pot yang telah dipasang sumbu / kain flanel       
  • Tanam bibit cabe ke dalam pot yang telah berisi media tanam       
  •  Letakkan pot di atas wadah larutan nutrisi       
  • Taruh pot yang berisi tanaman di halaman rumah Anda yang terkena sinar matahari       
Semakin pohon membesar, Anda dapat menambahkan pecahan genteng atau batu ke dalam pot untuk menyokong tanaman agar dapat berdiri tegak dan tidak roboh.
6. Perawatan Tanaman Cabe
Perawatan tanaman cabe yang ditanam secara hidroponik hampir sama dengan tanaman cabe yang ditanam menggunakan media tanah, hanya saja Anda tak perlu repot-repot menyiram tanaman setiap hari. Periksalah volume larutan nutrisi, pastikan sumbu / kain flannel selalu terendam larutan nutrisi. Semakin besar tanaman cabe Anda maka semakin banyak pula kebutuhan nutrisinya.
Itulah cara menanam cabe hidroponik sistem wick / sumbu dengan menggunakan pot, ember maupun wadah bekas lainnya. Selamat mencoba ..

Thursday, 25 August 2016

Cara Menanam Jahe Di Polybag

Cara Menanam Jahe di Polybag - Jahe merupakan salah satu tanaman yang populer baik di Indonesia maupun di dunia. Selain digunakan sebagai rempah-rempah / bumbu masakan, jahe pun banyak dimanfaatkan sebagai obat. Anda mungkin kenal kuliner khas yang terbuat dari jahe seperti bandrek, wedang ronde, sekoteng dsb yang sangat enak dikonsumsi saat cuaca dingin untuk menghangatkan badan.

Daripada membeli jahe untuk konsumsi sendiri, alangkah baiknya bila Anda menanam jahe tsb di rumah sehingga setiap kali Anda memerlukan jahe maka Anda dapat mengambilnya langsung dari pekarangan Anda, lebih hemat, lebih segar dan lebih aman. Biasanya jahe di tanam langsung menggunakan tanah kebun, namun bagi Anda yang tak memiliki pekarangan yang luas, Anda pun dapat mendapatkan jahe dengan cara menanam jahe di polybag atau di pot.

cara menanam jahe dalam pot, cara budidaya jahe

Cara Menanam Jahe di Polybag


Menanam jahe di polybag tergolong cukup mudah dan praktis. Cara budidaya jahe ini memang tidak banyak bergantung pada tempat dan cuaca sehingga dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Dari penanaman hingga pemanenan kira-kira memerlukan waktu 10-12 bulan saja.


Berikut ini adalah cara-cara menanam jahe di polybag:

1. Penyiapan Bibit 

Cara menanam jahe di polybag dapat menggunakan bibit jahe baik yang diambil dari kebun, atau rimpang jahe dari toko tanaman atau Anda pun dapat memanfaatkan rimpang jahe yang biasa Anda beli di pasar / supermarket. Bibit jahe yang baik, sebaiknya diperoleh dari tanaman yang telah tua /berumur 10 bulan ke atas atau rimpang jahe berukuran besar, cerah, sehat dan mulus. 
  • Potong rimpang hingga seukuran jari dan rendam bibit cabe dalam larutan fungisida selama +/- 15 menit agar bibit bebas jamur.
  • Semailah bibit jahe pada tempat yang lembap. Anda dapat melakukan di kebun asalkan tidak terkena cahaya langsung. Atau Anda dapat melakukan penyemaian di gudang. Gunakan jerami sebagai alas dan penutup bibit jahe. Bila jerami tidak tersedia, Anda dapat menggunakan sekam.
  • Lakukan pemantauan bibit setiap hari, bila dirasa terlalu kering, Anda dapat meneteskan air pada media tanam.
  • Penyemaian dilakukan selama 2 minggu atau tunas rimpang sudah tumbuh.
2.  Penyiapan Media Tanam

Media tanam yang dapat digunakan untuk menanam jahe di polybag memang beraneka ragam, Anda dapat memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di rumah.
  • Siapkan pasir halus, tanah kebun, pupuk kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:2:1:1.
  • Aduk merata lalu biarkan selama 1-2 minggu, lakukan pengadukan bila diperlukan.
3.  Teknik Cara Menanam Jahe di Polybag

Berikut langkah-langkah cara menanam jahe di polybag:
  • Siapkan polybag hitam atau karung dengan ukuran 60x60cm, pastikan terdapat lubang di bawah polybag untuk drainase.
  • Masukkan media tanam yang telah disiapkan ke dalam polybag.
  • Tancapkan 3-5 benih jahe ke dalamnya dengan mata tunas ke atas.
  • Tutupi benih dengan media tanam dengan ketebalan sekitar 3-5 cm.
  • Tutupi dengan jerami / sekam bakar.
  • Letakkan polybag di tempat yang teduh / tidak terkena cahaya matahari langsung.
4. Perawatan 

Cara menanam jahe di polybag tidak membutuhkan perawatan khusus yang rumit.
  • Pada awal penanaman hingga umur 3 bulan perlu dilakukan penyiramaan setiap hari, pagi dan sore hari, terutama saat musim kemarau. 
  • Penyiangan / pembersihan gulma dalam polybag dilakukan secara rutin hingga umur 4 bulan.
  • Pemupukan dilakukan saat tanaman mencapai umur 2 bulan dengan dosis mengikuti takaran yang dianjurkan oleh pabrik pembuatnya. Untuk hasil terbaik, lakukan pemupukan sebanyak 3x hingga panen tiba. 
5. Pemanenan

Pemanenan jahe dapat dilakukan saat umur mencapai 10 bulan, namun untuk mendapatkan rimpang yang besar sebaiknya Anda menunggu hingga berumur 1 tahun. Pemanenan jahe yang ditanam menggunakan polybag ini sangat mudah, Anda tinggal menyobek polybag lalu ambil rimpang jahe, goyang-goyangkan, bersihkan / cuci dan keringkan di bawah sinar matahari untuk menghilangkan air yang menempel. Jahe pun siap untuk digunakan. 

Monday, 22 August 2016

Cara Menanam Mint Dalam Pot Di Rumah

Apakah Anda sudah tahu tanaman mint (Mentha Cordifolia)? Itu loh tanaman penghasil menthol atau rasa mint yang biasa ada di permen dan obat batuk. Menthol juga sering digunakan dalam industri obat kumur. Sementara untuk di rumah, mint dapat digunakan untuk memberikan perasa pada makanan dan minuman. Wajar saja sih bila Anda belum mengenal tanaman mint karena tanaman ini bukan berasal dari Indonesia asli. Namun karena kegunaannya yang banyak terutama dari daun mint ini maka tak ada salahnya bila Anda mencoba menanam mint dalam pot di rumah Anda.

cara menanam mint dalam pot


Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menanam mint dalam pot tetapi metode yang paling banyak digunakan adalah menanam mint dengan menggunakan stek batang. Jadi Anda cukup memotong batang mint kemudian ditanam pada media tanam yang telah disiapkan. Namun dengan menggunakan cara menanam mint seperti ini, tentunya Anda harus memiliki tanaman mint indukan terlebih dahulu. Bila Anda belum memilikinya maka Anda dapat membelinya di toko tanaman yang ada di sekitar tempat tinggal Anda.

Bagaimana Cara Menanam Mint Dalam Pot?

Alat dan Bahan Yang Diperlukan Untuk Menanam Mint Dalam Pot
  • Tanaman mint indukan, yang terlihat sehat, segar dan bebas hama / penyakit
  • Pot berdiameter minimal 30 cm
  • Media Tanam / Tanah, pasir dan pupuk kandang atau kompos
  • Pecahan genteng
  • Sekop, gunting / pisau

Cara Menanam Mint Dalam Pot

1. Penyiapan Bibit Tanaman

Sebelum menanam mint di dalam pot maka perlu dilakukan penyiapan bibit tanaman yaitu sbb:
  • Pilih batang mint yang sudah dewasa namun tidak terlalu tua. 
  • Potong tangkai batang mint sekitar 1 cm dari atas percabangan dengan menggunakan gunting / pisau tajam yang bersih dan sebelumnya telah dilap menggunakan larutan alkohol 70%. 
  • Anda dapat membuang beberapa lembar daun mint di tangkai batang tersebut untuk mengurangi terjadinya penguapan yang berlebih atau tanpa daun sama sekali.
  • Rendam batang mint tersebut di dalam air dingin.
Ada 2 cara menanam mint dalam pot dengan menggunakan stek batang ini yaitu menumbuhkan akar dan tunas daun dalam air terlebih dahulu atau langsung di tanam dalam pot. Bila Anda memilih menumbuhkan akar terlebih dahulu dalam air maka letakkan tangkai tsb dalam gelas / botol yang berisi air bersih lalu letakkan di dapur atau jendela yang menerima sinar matahari tidak langsung. Sekitar seminggu maka Anda akan melihat munculnya akar putih dari tangkai batang tsb. Tunggulah beberapa hari lagi sampai muncul tunas daun baru sampai tanaman tsb siap ditanama dalam pot. 

Cara menanam mint dalam pot dengan menumbuhkan akar dalam air ini memiliki keuntungan karena Anda dapat melihat pertumbuhan akar sehingga lebih meyakinkan Anda bahwa tanaman mint tsb berhasil tumbuh. Agar akar tanaman mint tsb cepat tumbuh, Anda dapat mencelupkan ujung potongan tangkai pada hormon penumbuh akar seperti madu sebelum ditanam di media tanam.

2. Penyiapan Media Tanam

Media tanam sebaiknya disiapkan sebelum Anda menanam mint di dalam pot. Anda dapat membeli media tanam yang sudah jadi atau mencampurnya sendiri dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar rumah Anda, yaitu dengan mencampurkan tanah kebun, pasir dan pupuk kandang atau kompos dengan jumlah 3:1:1.
  • Pastikan pot yang digunakan memiliki lubang air di bagian bawah.
  • Masukkan pecahan genteng ke dalam pot setinggi 1-2 cm untuk menahan media tanam agar tidak mudah terbawa air.
  • Masukkan media tanam ke dalam pot.
3. Penanaman Mint Dalam Pot

Berikut ini adalah cara menanam mint dalam pot yang telah berisi media tanam tadi:
  • Buat lubang di tengah pot yang berisi media tanam.
  • Tanam satu batang mint di dalam lubang tsb. 
  • Tutup lubang dengan media tanam dan padatkan media tanam di sekitarnya agar tanaman mint mampu berdiri tegak.
  • Letakkan pot tanaman mint ini di tempat yang mendapatkan sinar matahari yang cukup tetapi jangan terlalu panas.
  • Siram tanaman secukupnya.
4. Cara Merawat Mint Dalam Pot
  • Penyiraman dilakukan saat awal penanaman dengan air secukupnya.
  • Penyiraman dilanjutkan kembali saat daun tunas sudah tumbuh yaitu dengan menyiramnya secara rutin sebanyak satu kali sehari.
  • Hindari menyiram tanaman mint terlalu sering karena tanaman ini mudah sekali membusuk.
  • Cabutilah rumput liar yang tumbuh dalam pot.
  • Lakukan pemangkasan yaitu dengan memetik pucuk daun mint secara berkala agar tanaman mint Anda tidak tumbuh terlalu tinggi dan membuang daun-daun yang sudah tua.
5. Pemanenan

Pemanenan daun mint dapat dilakukan setelah tanaman memasuki usia 6 bulan. Pemanenan dapat dilakukan dengan cara memetik daun-daun yang sudah berumur 2 minggu.

Cara Mengganti Tanaman Mati Di Kebun / Taman Anda

Pernahkah Anda mengalami tanaman kesayangan Anda mati? Penyebabnya dapat bermacam-macam mulai dari kondisi cuaca ekstrim, serangan hama atau karena sebab lainnya seperti terinjak dll. Bila Anda menyayangi tanaman Anda tentunya Anda akan merasa sedih dan kehilangan. 

Tanaman yang mati harus segera dihilangkan agar tidak memberikan aura negatif pada penghuni rumah juga menghambat penyebaran penyakit ke tanaman lainnya. Bila tanaman yang mati tsb disebabkan oleh penyakit maka Anda harus menghilangkan bibit penyakitnya sebelum Anda menggantinya dengan tanaman baru karena bila tidak, bisa jadi tanaman Anda yang baru akan mengalami nasib yang sama yaitu terserang penyakit yang berujung pada kematian.

cara mengganti tanaman mati di pekarangan, cara menghindari penyakit saat mengganti tanaman

Penyakit yang timbul pada penanaman kembali atau saat penggantian tanaman tidak mempengaruhi semua tanaman baru di tempat bekas yang lama tetapi dapat terjadi bila jenis tanaman yang sama ditanam di tempat bekas yang lama. 

Penyakit pada penanaman kembali ini disebabkan adanya bakteri yang hidup di tanah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman hingga menyebabkan kematian pada tanaman. Beberapa tanaman yang sangat mudah terserang penyakit pada penanaman kembali yaitu pohon jeruk, pear, apel, plum, cherri, strawberry, mawar, pinus.

Cara Menghindari Penyakit Pada Penanaman Kembali Atau Penggantian Tanaman

1. Tanaman yang mati harus dicabut dan dihilangkan semua termasuk akarnya dari tanah kebun atau pekarangan Anda.
2. Tanaman atau bagian tanaman yang mati harus dibuang ke tempat sampah atau dibakar.
3. Jangan pernah memasukan tanaman atau bagian tanaman mati karena penyakit sebagai bahan pupuk kompos.
4. Jangan pernah gunakan tanah atau media tanam bekas tanaman mati karena penyakit ke tanaman lain atau ke area taman atau kebun Anda yang lain. Tanah yang terkontaminasi penyakit dapat menyebarkan penyakit ke tanaman lainnya.
5. Semua peralatan kebun yang digunakan atau bersentuhan langsung dengan tanaman mati dan tanah bekas tanaman mati yang terserang penyakit harus dicuci dan disterilisasi.
6. Tanaman dalam pot yang mati karena penyakit harus dibuang termasuk media tanamnya. Pot dan instalasi hidroponik harus disterilisasi dengan merendamnya menggunakan larutan pemutih/ klorin (1 bagian pemutih dilarutkan ke dalam 9 bagian air) selama 30 menit. Lakukan pembilasan dengan air bersih lalu keringkan sebelum digunakan kembali.
7. Tanah bekas tanaman mati karena penyakit di kebun Anda bisa saja digunakan kembali tetapi harus disterilisasi dulu menggunakan teknik fumigasi.

Penanaman kembali tanaman di pot atau tempat bekas tanaman yang mati sebetulnya tidak sulit asalkan Anda mengikuti cara menghindari penyakit pada penggantian tanaman di atas. Anda cukup menambahkan media tanam lalu tanamlah tanaman baru Anda kemudian siramlah. Rawatlah tanaman Anda agar tetap tumbuh sehat.

Selamat mencoba ...

Cara Mengusir Semut Pada Tanaman Secara Alami

Pernahkah Anda melihat segerombolan semut mengerumuti tanaman Anda? Semut biasanya sangat tertarik sama bunga yang mekar. Walaupun keberadaan semut belum berarti buruk buat tanaman tetapi keberadaan semut di tanaman tsb sangat mengganggu kita dalam menikmati bunga atau tanaman kita. Mereka bisa saja menggigit tangan kita atau masuk ke dalam rumah. Untuk itu berikut ini saya berikan beberapa tips / cara mengusir semut pada tanaman secara alami.

cara mengusir semut pada tanaman, cara mencegah datangnya semut


Cara Mengusir Semut Pada Tanaman

1. Cara Mengusir Semut Pada Tanaman Menggunakan Jebakan

Tak hanya binatang hama besar yang dapat Anda jebak tetapi semutpun dapat Anda jebak. Anda dapat membuat semacam “kerah” dari kertas. Cara untuk membuat kerah jebakan tsb adalah sebagai berikut:
  • Buatlah lingkaran dengan diameter sedikitnya 20cm atau tergantung lebar batang tanaman.
  • Potong lingkaran tsb.
  • Buat lubang kecil di tengah lingkaran secukupnya untuk memasukkan batang pohon yang bersemut. 
  • Olesi jebakan “kerah” kertas tadi menggunakan Vaseline.
  • Letakan jebakan “kerah” di tanaman pada batang bagian bawah dengan posisi bagian yang telah diolesi Vaseline menghadap ke atas.
Anda dapat melihat maka semut-semut pengganggu tadi dapat terjebak di dalam Vaseline yang lengket.

2. Cara Mengusir Semut Pada Tanaman Menggunakan Aroma Tertentu

Beberapa serangga memang tidak menyukai bau-bau tertentu seperti bau kayumanis atau mint. Anda dapat meletakkan permen karet yang beraroma kedua macam bau tsb atau menaburkan bubuk kayumanis di sekitar tanaman.

3. Cara Mengusir Semut Pada Tanaman Dengan Cara Membunuhnya

Banyak sekali resep yang dapat digunakan untuk membuat makanan tertentu yang bila termakan oleh semut maka semut tsb akan mati terbunuh. Salah satunya adalah dengan mencampurkan sejumlah gula dengan boraks atau gula dengan jagung. Lalu letakan makanan semut tsb di sekitar tanaman.

4. Cara Mengusir Semut Pada Tanaman Dengan Cara Menghilangkan Jejak Semut

Tiap gerombolan semut biasanya memiliki jenis semut pemandu yang berfungsi mencari makanan. Para semut pemandu tsb dapat memberikan semacam “tanda” agar semut lain dapat mengikuti jejaknya. Anda dapat mengusir semut pada tanaman dengan cara menghapus jejak langkah semut. Anda cukup mencari jalur yang sering dilewati semut kemudian letakan kain yang telah direndam dengan larutan pemutih pakaian di atas jalur tsb. Cara ini cukup efektif juga untuk mengusir semut dari rumah dengan cara menghapus jejak menuju rumah. Perlu diingat bahwa menuangkan larutan pemutih ke atas tanah di sekitar tanaman sangat tidak dianjurkan karena dapat merusak akar tanaman.

5. Cara Mengusir Semut Pada Tanaman Menggunakan Repelen (Penolak Semut)

Tanaman seperti bawang putih, mint, chrysanthemum, aster, geranium, henbit and calendula adalah beberapa tanaman yang dapat mengusir semut dan hama lainnya di kebun Anda. Tanamlah beberapa tanaman tsb di kebun atau pekarangan rumah untuk mencegah datangnya semut pada tanaman.

Sunday, 21 August 2016

Cara Menumbuhkan Akar Menggunakan Madu


Mungkin Anda sudah tahu salah satu cara memperbanyak tanaman adalah dengan memotong batangnya yang memiliki daun kemudian ditanam kembali maka dalam beberapa waktu akar tanaman tsb akan tumbuh dan tanaman akan hidup layaknya tanaman normal lainnya. Cara tsb kadang berhasil dan kadang tidak, ujung-ujungnya tanaman malah mati. Hal ini dikarenakan akar yang tidak tumbuh dan batang tanaman terserang jamur yang terjangkit dari media tanam. Beberapa orang menambahkan zat atau hormon penumbuh akar untuk mempercepat munculnya akar-akar baru sehingga menghindari kematian tanaman. Akar adalah salah satu bagian terpenting pada tanaman yang berguna untuk mengambil nutrisi dan air dari dalam tanah atau media tanam.

Di artikel sebelumnya saya sudah membahas penggunaan kayu manis untuk mempercepat pertumbuhan akar maka di artikel ini saya akan membahas manfaat madu untuk menumbuhkan akar. Madu sudah dikenal dari jaman dahulu kala sebagai makanan yang berfungsi sebagai obat dan sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Kandungan antiseptik dan anti jamur alami nya pada madu membuat madu dapat digunakan sebagai hormon untuk mempercepat pertumbuhan akar. Madu mampu melawan serangan hama penyakit sehingga tanaman Anda tetap sehat.

hormon pemercepat pertumbuhan akar, cara membuat penumbuh akar, cara menanam batang tanaman menggunakan madu
Ilustrasi : Madu
Bila Anda berminat untuk mencoba menggunakan madu untuk menumbuhkan akar, cobalah cari tahu resep / komposisi madu dan cara pembuatannya yang banyak tersebar di berbagai referensi. Namun pada dasarnya Anda perlu mencampurkan madu pada sejumlah air. Madu yang digunakan sebaiknya madu asli bukan madu hasil olahan atau mendapatkan tambahan zat tertentu pada proses pengemasannya.

Cara Membuat Campuran Madu Untuk Mempercepat Pertumbuhan Akar


Komposisi yang digunakan adalah madu:air 1:3.

1. Tambahkan 1 bagian madu ke dalam 3 bagian air yang telah dididihkan dan didinginkan.
2. Aduk sampai tercampur merata.
3. Masukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat dan letakkan di tempat yang kering namun tidak terkena cahaya matahari langsung.

Cara Menumbuhkan Akar Menggunakan Madu


1. Siapkan Tanaman Anda 

Panjang batang tanaman yang akan ditanam adalah sekitar 15-30 cm dengan hasil potongan memiliki sudut kemiringan 45 derajat yaitu ujung batang yang akan ditancapkan pada media tanam adalah runcing.

2. Siapkan Media Tanam

Anda dapat menggunakan media tanam berbasis tanah atau non tanah.
Bila Anda menggunakan media tanam tanah buatlah lubang dengan pensil atau jari tangan Anda. Pastikan media tanamn Anda gembur dan lembap.
Bila Anda menggunakan media tanam rockwool, maka jenuhkan dulu rockwool dengan air sebelum digunakan dan pastikan ukuran rockwool dan lubang pada rockwool dapat menopang tanaman tadi.

3. Penanaman

Celupkan ujung batang tanaman ke dalam campuran madu tadi kemudian tanamlah di media tanam yang telah disiapkan.
Jika Anda mau maka Anda dapat menutup media tanam dengan plastik yang diberi lubang udara untuk menghindari gangguan hama.
Untuk media tanam air, segera setelah mencelupkan ujung batang pada madu lalu letakkan di media tanam air.

Itulah cara menanam dengan bantuan madu untuk mempercepat pertumbuhan akar. Bila berhasil maka tanaman Anda akan mulai muncul akar dalam waktu sekitar seminggu.

Selamat mencoba ...

Cara Mudah Menanam Nanas Menggunakan Mahkotanya

Buah nanas merupakan salah satu tanaman buah tropis dengn daging buah berwarna kuning sampai jingga dengan rasa manis keasaman. Buah nanas sangatlah unik karena daunnya panjang dan runcing. Buah ini sering dikonsumsi sebagai salah satu bahan utama pembuat rujak namun dapat ditambahkan juga pada masakan untuk membantu melunakan daging dan menambah rasa segar pada masakan. Buah nanas tak hanya enak dimakan tetapi bila kita tanam di pekarangan bentuknya sangat indah. Lalu bagaimana cara menanam nanas dalam pot di pekarangan rumah?

Cara menanam nanas dari mahkotanya, cara menanam nanas dalam pot, cara menanam nanas di pekarangan rumah


Cara Mudah Menanam Nanas Dalam Pot

1. Belilah buah nanas organik dengan kualitas baik. Anda dapat memilih jenis nanas yang Anda sukai misalnya nanas madu Subang yang terkenal manisnya, yang penting buah nanas tsb masih memiliki mahkota yang baik, sudah matang dan tidak busuk.

2. Pisahkan daging buah nanas dengan mahkotanya. Daging buah nanas dapat Anda konsumsi sedangkan mahkotanya akan kita manfaatkan untuk ditanam kembali. Pastikan daging buah telah bersih dan sisakan sedikit bonggolnya yang ditandai dengan bulatan warna putih. Daging buah yang tersisa dapat membusuk dan menyebabkan penyakit pada tanaman. 

3. Hilangkan beberapa helai mahkota buah bagian bawah terutama yang terlihat sudah menua.

4. Cucilah bonggol nanas tsb sampai bersih dan terhindar dari lendir yang disebabkan daging buah. Keringkan mahkota dan biarkan mahkota tsb pada tempat yang terhindar dari sinar matahari kurang lebih seminggu. Anda pun dapat menumbuhkan akar terlebih dahulu dengan cara merendam bonggol nanas pada air lalu akar-akar baru akan muncul dalam waktu beberapa hari. Jangan lupa menusuk bonggol tsb dengan tusuk gigi atau bahan lain sebelum merendamnya dengan air. Hal ini dilakukan agar mahkota nanas tidak ikut terendam dan membusuk.

5.  Siapkan media tanam. Nanas memerlukan kondisi tanah yang agak sedikit asam. Buatlah media tanam dengan mencampurkan media tanah gembur : pasir dengan perbandingan 3:1.

6. Siapkan pot. Pilihlah pot berukuran sedang dengan lubang drainase di bawahnya.

7. Masukkan batu bata atau arang atau batu kerikil pada bagian bawah pot dengan ketinggian sekitar 2-3 cm untuk memperbaiki drainase. Drainase yang kurang baik dapat menyebabkan tanaman Anda cepat busuk.

8. Isilah pot dengan media tanam yang telah disiapkan. Buatlah lubang di tengahnya untuk menanam mahkota nanas tadi.

9. Tanamlah mahkota nanas dan pastikan bonggolnya tertutupi media tanam.

10. Letakkan pot di bawah sinar matahari.

11. Lakukan penyiraman secara rutin yaitu tiap 3-7 hari sekali. Hindari penyiraman yang terlalu sering dan banyak karena akan menyebabkan tanaman nanas Anda menjadi lebih cepat busuk.

12. Anda dapat melakukan pemupukan tiap 3-4 bulan sekali agar tanaman nanas Anda sehat.

13. Bila lancar, tanaman nanas Anda akan mulai berbuah pada umur sekitar 2-3 tahun.

14. Buah nanas sudah dapat dipanen bila warna buah sudah kuning dengan cara memotong batangnya dengan pisau tajam.

Bagaimana mudah bukan? Jadi ingat bila Anda membeli nanas belilah nanas yang masih memiliki mahkota untuk ditanam di pekarangan rumah Anda. Selamat mencoba ...

Ide Kreatif Membuat Dinding Tanaman Hidup Di Dalam Rumah

Mungkin Anda pernah melihat dinding tanaman hidup baik di di taman luar maupu di lobby hotel atau perusahaan. Indah bukan? Anda pun dapat membuat dinding tanaman hidup yang serupa di dalam rumah Anda. Dinding tanaman hidup merupakan salah satu bentuk taman vertikal dan merupakan salah satu solusi untuk memperindah dinding rumah yang kosong atau membuat taman yang indah di area yang terbatas.

Dinding tanaman hidup merupakan taman vertikal yang terbuat dari beberapa tanaman atau dinding yang sengaja ditutup dengan tanaman. Untuk membuat dinding tanaman hidup sederhana, Anda cukup merambatkan tanaman merambat yang banyak dijual di toko atau penjual tanaman. Walaupun pembuatan dinding tanaman hidup tergantung dari desain dan jenis tanamannya namu pada prinsipnya diperlukan sistem pendukung yang meliputi pembatas untuk melindungi tembok dari tanaman, tempat untuk mengalirkan air, dan media tanam. Selain itu dinding tanaman hidup juga perlu perawatan seperti pemangkasan sehingga dinding tanaman hidup Anda atau taman vertikal Anda akan terlihat tertata rapi dan indah.


cara membuat taman vertikal di rumah, cara membuat dinding tanaman hidup di dalam rumah


Tanaman Yang Dapat Digunakan Untuk Membuat Dinding Tanaman Hidup

Pada prinsipnya semua tanaman yang merambat dapat digunakan untuk membuat dinding tanaman hidup. Selain tanaman yang merambat, Anda dapat menggunakan jenis tanaman gantung.
Ivy, philodendron, lily adalah beberapa contoh tanaman yang dapat digunakan untuk membuat dinding tanaman hidup. Anda pun dapat menambahkan lumut untuk mempercantik taman Anda.

Bagaimana Cara Membuat Dinding Tanaman Hidup?


1. Pilihlah Desain Taman Vertikal atau Dinding Tanaman Hidup Anda

Anda dapat membuat dinding tanaman hidup sesuai dengan desain taman vertikal yang Anda sukai, yang cocok dengan rumah Anda dan sesuai dengan keahlian Anda seperti desain formal atau informal, taman yang kecil dan sederhana atau taman yang besar dan rumit. 
Anda dapat menggunakan dinding rumah Anda yang sudah tersedia atau membangun dinding baru sesuai letak taman yang Anda inginkan. 

2. Pastikan Lokasi Taman Dinding Anda Akan Memperoleh Cahaya Yang Cukup

Cahaya merupakan salah satu faktor primer yang sangat diperlukan tanaman untuk melakukan fotosintesis sehingga tanaman dapat tumbuh sehat. Sebelum Anda membuat dinding tanaman hidup maka Anda harus memikirkan aspek cahaya ini apakah taman Anda akan akan memperoleh cahaya matahari yang cukup dari jendela, pintu atau atap. Bila sulit mendapatkan cahaya matahari maka Anda harus memasang penerangan khusus untuk keperluan hidup tanaman Anda dan ini tentunya memerlukan biaya tambahan.

3. Pemilihan Tanaman Yang Cocok

Seperti yang telah saya jelaskan di atas, Anda dapat menaman berbagai jenis tanaman merambat atau gantung atau mengkombinasi keduanya. Bila Anda telah mengetahui luas area pembuatan taman maka Anda dapat menghitung kebutuhan jumlah tanaman.

4. Pembuatan Struktur Dinding Tanaman Hidup

Anda harus memikirkan stuktur dinding tanaman hidup dengan sistem pengairan di dalamnya. Dengan begitu maka Anda dapat memastikan semua tanaman Anda akan mendapatkan pasokan air dengan mudah dan lebih efektif dibandingkan Anda harus menyiramnya menggunakan selang dsb, tentunya rumah Anda akan basah atau becek. Sistem pengairan yang sederhana adalah air akan mengalir dari bagian atas dinding lalu turun membasahi tanaman Anda. Anda perlu melapisi dinding tembok rumah Anda dengan cat anti air sehingga dinding tembok Anda akan aman dari kebasahan dan kelembaban yang dapat merusak dinding rumah Anda.
Anda dapat membuat rangkaian dari media tanam dan kawat pada dinding yang telah dilapisi cat / pelapis anti air atau membuat kisi-kisi untuk tanaman gantung Anda atau Anda dapat menempelkan pot yang berisi tanaman ke dinding tembok. Ada juga yang membuat dinding tanaman hidup terintegrasi dengan kolam ikan atau aquarium.

Apapun desain taman dinding tanaman hidup yang Anda pilih maka harus disesuaikan dengan kemudahan untuk pembersihan, pengairan, penggantian pot dsb. Taman dinding tanaman hidup Anda dapat Anda desain sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan dan gaya Anda.

Semoga tulisan ini dapat memberikan inspirasi untuk membuat taman vertikal di lahan yang sempit atau memanfaatkan dinding dalam rumah Anda untuk memberikan kesejukan, keindahan dan meningkatkan kenyamanan para penghuni rumahnya. Selamat mencoba ..

Saturday, 20 August 2016

Jenis Tanaman Hias Indoor Yang Membuat Ruangan Anda Lebih Menarik

Jenis Tanaman Hias Indoor - Ada banyak jenis tanaman hias yang bisa dijadikan penamis ruangan indoor anda. Ada yang membutuhkan perawatan sederhana dan ada pula yang butuh ekstra perawatan. Terlepas dari cara perawatan, jika saat ini anda sedang mencari ide untuk menghiasi ruangan anda, maka berikut ini adalah beberapa jenis bunga yang dapat anda jadikan pilihan sebagai tanaman hias indoor di rumah ataupun tempat kerja anda.

Sansevieria

Sansevieria merupakan jenis tumbuhan bunga yang memiliki sekitar 70 jenis spesies dan berasal dari Madagaskar Afrika dan juga Asia Selatan. Beberapa nama yang umum digunakan untuk menyebut jenis bunga ini adalah Lidah Ibu Mertua, Lidah Setan, Lidah Jin, Busur Tali Rami, Tanaman Ular, serta Lidah Ular.
pilihan tanaman hias indoor
Sumber gambar: https://upload.wikimedia.org/wikipedia


Philodendron

Philodendron merupakan genus besar tanaman bunga dari jenis famili Aaceae. Pada bulan September 2015 lalu, tercatat 489 spesies dari jenis bunga ini. Jenis bunga ini termasuk dalam tanaman hias indoor yang perawatannya tidak terlalu rumit.
tanaman hias di dalam rumah
Sumber gambar: http://dawsonsgardenworld.com.au


Aglaonema

Aglaonema merupakan genus tanaman bunga dari famili Arum Araceae. Jenis bunga ini adalah salah satu tumbuhan tropsi dan sub tropis berasal dari Asia dan New Guinea. Pada umumnya tumbuhan bunga Aglaonema ini sering kali disebut dengan nama Evergreen Chinese/ Evergreen Cina.
Jenis Tanaman Hias Indoor
Sumber gambar: http://www.interior-landscape.com


Anthurium

Anthurium merupakan salah satu tanaman bunga yang memiliki sekitar 1000 spesies, termasuk genus yang terbesar dari famili Arum Araceae. Ada beberapa nama umum yang sering digunakan untuk menyebut jenis bunga ini yakni, tailflower, bunga flamingo, dan laceleaf. Merupakan salah satu bunga yang cocok ditempatkan pada lokasi indor karena tidak memakan banyak ruang dalam penempatannya.
pilihan tanaman hias dalam ruangan
Sumber gambar: http://nazya.com


Caladium

Caladium merupakan salah satu ganaman bunga dari famili Araceae. Sering kali kita kenal dengan nama bunga Telinga Gajah, Hati Yesus, atau Angel Wings. Tercatat ada lebih dari 1000 jenis bunga ini, dengan nama varian yang beragam.
jenis jenis tanaman hias
Sumber gambar: http://bomets.com

Bunga Caladium ini berasal dari Amerika Selatan. Sangat tepat dijadikan salah satu pilihan untuk tanaman hias indoor karena corak warnanya yang menarik.

Angrek

Angrek atau Orchidaceae adalah jenis tanaman bunga yang memiliki berbagai ragam varian, berwarna-warni dan harum. Merupakan jenis bunga yang tersebar banyak di wilayah tropis hingga dengan mudah dapat ditemukan, umumnya hidup pada suatu inang seperti kayu.
jenis tanaman hias di dalam ruangan
Sumber gambar: http://www.ofdesign.net

Beragam jinis varian yang dimiliki anggrek membuat pecinta jenis tanaman hias ini ingin mengoleksi berbagai macam jenis anggrek. Sangat cocok dijadikan sebagai salah satu tanaman hias indoor karena kembangya dan menarik dan beberapa diantaranya memiliki sifat sebagai tumbuhan yang merambat jadi dapat diletakan pada pot gantung.

Demikian beberapa jenis tanaman hias indoor yang cukup umum digunakan sebagai pemanis ruangan. Beberapa diantaranya memiliki karakteristik tersendiri dalam hal perawatan dan kebutuhan cahaya serta mineral dalam mendukung tumbuh kembangnya. Anda perlu untuk mengetahuinya secara pasti sebelum memilih yang tepat untuk dijadikan tanaman hias indoor anda.