Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Thursday, 5 January 2017

Ini 7 Rahasia Ratu Inggris Versi Sepupunya

Ratu Elizabeth II merupakan pemimpin monarki tertua sepanjang sejarah dunia, 64 tahun. Namun sebagaimana orang biasa, sang ratu tentu memiliki keunikan-keunikan yang hanya diketahui kerabat terdekatnya.

Seperti dilansir People, Kamis 5 Januari 2017, salah satu kerabat sekaligus sahabat terdekat Ratu Elizabeth II adalah Margaret Rhodes. Sepupu sang ratu ini merupakan pendamping pengantin saat Elizabeth menikah dengan Pangeran Philip pada November 1947.

Berikut adalah rahasia-rahasia sang ratu yang diungkap Rhodes dalam buku The Final Curtsy: A Royal Memoir By the Queen’s Cousin. Rhodes sendiri wafat pada November lalu dalam usia 91 tahun:

1. Putri Elizabeth muda suka lomba makan

Rhodes dan saudara sepupunya mengikuti lomba makan di Birkhall, Balmoral Estate, Skotlandia. Siapa pun yang dapat makan roti lapis berisi selai Gold Syrup terbanyak, akan menjadi pemenang. Putri Elizabeth, kata Rhodes, menikmati lomba ini. Ia hanya mengingat gelarnya saat menuntut untuk memperoleh tempat duduk di kursi kayu yang dipenuhi peserta. 

2. Dia tak ingin menjadi Ratu.

Elizabeth tiba-tiba berada dalam urutan kepemimpinan Kerajaan Inggris setelah pamannya Edward VIII mundur. Setelah ayahnya Raja George VI mangkat, ia harus memimpin Inggris.  “Saya yakin dia sangat ingin memiliki seorang saudara laki-laki sehingga tak harus menjadi ratu,” Rhodes menulis.

3. Ibu Suri menggunakan tikus mati sebagai target menembak.

Ibu Putri Elizabeth, yang kemudian akan dikenal sebagai Ibu Suri, melatih kemampuannya menembak dengan menjadikan tikus mati sebagai target sasaran. Kemampuan ini sangat penting karena Inggris saat itu terlibat Perang Dunia. Rhodes juga mengungkapkan Raja George VI menyimpan sepucuk revolver untuk melindungi diri jika ada tentara musuh mendekat.

4. Elizabeth jatuh cinta setengah mati pada Pangeran Philip.  

Elizabeth mencintai Philip sejak masih belia. Rhodes mengenang Elizabeth sangat tidak sabar menanti pujaan hatinya kembali dari perang. “Dia tak pernah memperhatikan pria lain. Dia jatuh cinta pada Philip sejak dulu,” Rhodes menulis.

5. Pesta pernikahan Elizabeth sempat terganggu. 

Pesta pernikahan Elizabeth dan Philip ternyata tak sesempurna yang dibayangkan. Rhodes menulis pembawa buket bunga lupa menyimpannya di peti es agar tetap segar. Tiara Elizabeth sempat terjatuh dan rusak sehingga harus diperbaiki sebelum pesta. Sekretaris pribadi Elizabeth meminjam mobil Raja Norwegia yang baru saja tiba, untuk mencari kalung mutiara yang diinginkan Elizabeth di antara kado di Istana St James.

6. Elizabeth sangat menderita berada di Afrika saat ayahnya mangkat.

Dalam surat kepada Rhodes, Elizabeth yang tengah berada di Kenya bersama Philip pada Februari 1952, menyatakan kesedihannya karena berada jauh dari ayahanda yang wafat saat itu. “Saya tidak bisa menghibur Ibu dan Margaret. Bahkan tak ada yang bisa saya lakukan.”

7. Ratu berusaha melindungi cucunya saat Putri Diana wafat.

Saat Putri Diana meninggal dalam kecelakaan tragis pada 1997, rakyat Inggris meminta Kerajaan untuk menunjukkan rasa duka secara lebih terbuka. Namun Rhodes menulis bahwa keinginan utama Ratu saat itu adalah untuk melindungi William dan Harry dari perhatian publik. 


Tuesday, 3 January 2017

Alkisah Sejarah Pulau Jawa yang Sarat Misteri

PULAU Jawa tak dimungkiri jadi pulau utama di Indonesia. Pulau ini sudah sejak lama dijadikan “pangkalan” kolonialisme saat negeri kita belum merdeka.

Beragam etnis pun kumpul di pulau ini. Entah itu dari Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Papua, hingga tentunya etnis yang memang berasal dari pulau ini, seperti suku Jawa, Sunda, Betawi, hingga Madura.

Tidak dimungkiri pula bahwa Pulau Jawa menyimpan “kegaibannya” sejak sangat lama, bahkan sejak kita mengenal sejumlah kerajaan dari buku-buku sejarah. Banyak versi tentunya yang menaungi sejarah awal mula Pulau Jawa.

Ada yang bilang bahwa Pulau Jawa sudah jadi sebuah koloni dari bangsa Atlantis pada dua milenium (dua ribu tahun) sebelum Masehi. Pulau Jawa baru terpisah dari Atlantis setelah negeri itu hancur.

Versi itu muncul dari sebuah buku karangan CW Leadbeater, Cetakan Pertama 2015 bertajuk ‘The Occult History of Java’. Dalam buku Leadbeater tersebut, dikatakan kala Pulau Jawa masih jadi koloninya Atlantis, ilmu-ilmu hitam dan gaib sudah disebarkan ke penduduk lokal

Para penduduk itu sudah diajarkan paganisme atau penyembah berhala oleh seorang raja yang memuja dewa dengan cara mempersembahkan tumbal. Ya, seperti suku-suku asli di Benua Amerika (Utara dan Selatan), di mana untuk memuja dewa, diperlukan pengorbanan darah dan nyawa manusia.

Seiring berjalannya zaman, mulai datang petualang-petualang dari negeri India dan menyebarkan agama Hindu. Ekspedisi besar-besaran pun sempat dilancarkan seorang raja, Vaivasvata pada tahun 78 Masehi dengan dipimpin seorang spiritual, Aji Saka.

Kedatangan Aji Saka ini bak perlambang kedatangan kebajikan (dharma) Hindu-Budha ke Pulau Jawa. Setelah mengalahkan raja kejam di Pulau Jawa dan menghilangkan pengaruh gaib sebelumnya, Aji Saka menciptakan ketertiban berkehidupan di Tanah Jawa.

Dia juga sekaligus menerapkan sistem Kalender Saka atau kalender Hindu. Kendati begitu, mistisme, ilmu-ilmu klenik dan hal-hal gaib tak serta merta sirna. Justru mulai banyak berkembang ilmu-ilmu gaib yang sifatnya kebatinan dan kejawen.

Memasuki abad 13, Islam mulai datang ke Tanah Jawa dari Kekaisaran Ottoman dengan utusan ulama bernama Syekh Subakir. Datang ke Tanah Jawa, ulama tersebut membawa batu hitam dari Jazirah Arab yang sudah dirajah.

Batu yang konon bernama Rajah Aji Kalacakra itu ditanam di Puncak Gunung Tidar. Sontak, kekuatan gaib yang selama ini mengusik Pulau Jawa bisa ditangkal karena diyakini kala itu, Gunung Tidar merupakan titik utama atau pakunya Pulau Jawa.

Walau begitu, tetap saja ilmu-ilmu halus macam kebatinan yang berkembang jadi ketabiban, kewaskitaan, kanuragan, hingga pengasihan masih ada. Peredaman pengaruh negatif ilmu-ilmu halus itu konon diteruskan para Wali Songo.

Itu dari versi bukunya Leadbeater. Tapi dari sumber-sumber lain, didapati versi di mana Pulau Jawa ini baru mulai dikenal dunia luar setelah kedatangan penjelajah Negeri China, Fa Hien pada tahun 412 Masehi.

Saat datang ke Tanah Jawa, Fa Hien mencatat bahwa dia sudah melihat banyak puing-puing tembikar, hingga lukisan yang menandakan pulau itu sudah berpenghuni dan berbudaya, kendati catatan Fa Hien tak menampilkan detail lainnya.

Itu hanya dua dari sedikit versi tentang misteri sejarah Pulau Jawa. Kalaupun ada catatan atau peninggalan tertulis dari para raja terdahulu, isinya bercampur dengan mitos serta legenda dan minim landasan sejarah murni.


Sejarah Uni Eropa Resmi Gunakan Mata Uang Euro

Untuk pertama kalinya negara-negara Eropa memutuskan menggunakan satu mata uang yang diberi nama euro. Pada 4 Januari 1999, euro melakukan debut sebagai unit keuangan di pasar korporasi dan investasi Eropa. Dilansir dari History, euro ditutup sebesar 1,17 dolar AS pada hari pertama pasar uang.

Sebanyak 11 negara Uni Eropa, yaitu Austria, Belgia, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal dan Spanyol, ikut meluncurkan mata uang tersebut. Mereka yang memiliki lebih dari 290 juta penduduk itu berharap dapat meningkatkan integrasi dan pertumbuhan ekonomi di Eropa.

Uang tunai euro dihiasi dengan gambar arsitektur dan simbol negara-negara anggota Uni Eropa. Sirkulasi uang tunai euro secara resmi dilakukan mulai 1 Januari 2002 di 11 negara itu.

Euro menggantikan schilling Austria, franc Belgia, mark Finlandia, franc Perancis, mark Jerman, lira Italia, punt Irlandia, franc Luksemburg, gulden Belanda, escudo Portugal, dan peseta Spanyol. Sejumlah negara non-Uni Eropa termasuk Monaco dan Vatikan juga mengadopsi euro.

Konversi ke mata uang euro bukan tanpa kontroversi. Meskipun mata uang bersama akan memudahkan transaksi bisnis dan perjalanan di seluruh Eropa, ada kekhawatiran proses pergantian akan kacau, diwarnai pemalsuan, dan menyebabkan inflasi.

Inggris, Swedia, dan Denmark memilih tidak menggunakan euro. Yunani, setelah awalnya gagal memenuhi semua persyaratan, turut mengadopsi euro pada Januari 2001. Yunani menjadi anggota ke-12 dari zona euro.

Euro didirikan oleh Perjanjian Maastricht pada 1992 di Uni Eropa. Perjanjian itu mengatur semua persyaratan ekonomi yang harus dipenuhi negara-negara Uni Eropa sebelum mulai menggunakan uang baru.

Euro terdiri dari delapan jenis uang koin dan tujuh jenis uang kertas. European Central Bank (ECB) yang berbasis di Frankfurt ditunjuk untuk mengelola euro dan menetapkan suku bunga, serta kebijakan moneter lainnya.

Pada 2004, lebih dari 10 negara bergabung dengan Uni Eropa, yaitu Siprus, Republik Ceko, Estonia, Hungaria, Latvia, Lithuania, Malta, Polandia, Slovakia, dan Slovenia. Beberapa negara tersebut mulai menggunakan mata uang euro pada 2007.


AS Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Kuba

AMERIKA SERIKAT (AS) dan Kuba adalah dua negara yang tidak memiliki hubungan yang baik selama berpuluh-puluh tahun. Mendiang pemimpin Kuba, Fidel Castro bahkan mengklaim Pemerintah AS telah berulang kali berusaha untuk menghabisinya.

Hubungan kedua negara mulai memburuk sejak Fidel Castro memegang tampuk kekuasaan di Kuba setelah menyingkirkan diktator yang didukung AS, Fulgencio Batista pada 1959. Washington segera menyadari bahwa pemerintahan Kuba yang dipimpin Castro memiliki sikap anti-AS yang ekstrem dan tidak bisa dipercaya.

Para pejabat AS khawatir Kuba akan menjadi ujung tombak penyebaran komunisme di Barat khususnya di halaman belakangnya. Hal itu terbukti dengan penandatanganan perjanjian perdagangan dengan Uni Soviet pada awal 1960.

Kekhawatiran tersebut mendorong Presiden Dwight Eisenhower memulai program untuk membiayai dan melatih kelompok warga Kuba yang diasingkan untuk melakukan pemberontakan dan menyingkirkan Castro dari pucuk kekuasaan. Tindakan ini direspons Castro dengan memperbanyak nasionalisasi perusahaan dan properti asing yang ada di Negeri Cerutu yang dibalas AS dengan mengurangi perdagangan dengan Kuba. 

Puncak memburuknya hubungan kedua negara terjadi pada 3 Januari 1961 saat Presiden Eisenhower memutuskan untuk menutup Kedutaan AS di Havana dan memutuskan hubungan diplomatiknya. Langkah ini merupakan kebijakan AS yang menyadari mereka tidak mungkin lagi menyelesaikan perbedaannya dengan Kuba melalui jalur diplomatik.

Sekira Dua bulan setelah pemutusan hubungan, pengganti Eisenhower, John F. Kennedy mengerahkan pasukan warga Kuba terasing yang telah dilatih dan dibiayai selama masa pemerintahan Eisenhower. Langkah itu terbukti fatal setelah pasukan pemberontak dari AS itu dihancurkan oleh militer Kuba, dibunuh, atau ditangkap. Invasi yang gagal tersebut dikenal sebagai Insiden Teluk Babi yang mempermalukan pemerintahan Kennedy di mata dunia internasional.

Barulah pada 2015, kedua negara mulai melakukan normalisasi hubungan diplomatik. Kedutaan AS dan Kuba di Havana dan Washington kembali dibuka, dan batasan perjalanan antara kedua negara mulai dipermudah. 


Thursday, 24 November 2016

Inilah Pesta Kuno Paling Mesum Pada Sejarah Umat Manusia

Sebuah Pesta biasanya akan gelar saat seseorang ingin merayakan sesuatu ataupun sekedar bersenang-senang. Karena itu dalam pesta biasanya orang akan melakukan apapun yang Ia rasa menyenangkan, mulai dari bernyanyi, menari hingga hal-hal gila untuk membuat suasanya menjadi meriah. namun itu adalah sisi positif dari sebuah pesta, sayangnya saat ini pesta biasanya justru memiliki konotasi yang negatif. Dalam pesta modern kita tak hanya akan di suguhi dengan hidangan ataupun hiburan yang biasa, karena seiring dengan kian berkembangnya jaman, pesta kini juga dijadikan ajang maksiat dimana orang biasanya akan menenggak minuman beralkohol, menggunakan obat-obatan terlarang hingga menggelar seks bebas secara masal. Namun ternyata pesta yang amoral dan condong pada tindakan mesum ini, tak hanya terjadi pada jaman sekarang saja, karena pada jaman dulu pesta yang jauh lebih cabul pernah terjadi dan bahkan menjadi sebuah rutinitas di suatu tempat. Anehnya sebagian dari pesta ini bahkan ada yang merupakan bagian dari ritual pemujaan dewa, yang konon merupakan sesuatu yang kultus dan suci. Karena dianggap suci akibatnya, orang-orang ini tak merasa bersalah walaupun telah melakukan perbuatan yang tak senonoh secara beramai-ramai dan malah justru merasa bangga akan hal tersebut.

Bacchanalia


Dikenal pada masa Babylonia, Bacchanalia sejatinya merupakan sebuah pesta yang diadakan sebagai bagian dari perayaan untuk memuja Dewa Tammuz yang merupakan dewa yang dianggap sebagai perlambang dari cinta dan juga simbol kesuburan. Namun alih-alih di isi dengan ritual yang sakral dengan memberi persembahan ataupun upacara sejenisnya yang bertujuan untuk mengungkap rasa syukur. Bacchanalia pada pelaksanaanya justru menjadi ajang mesun yang dilakukan secara beramai-ramai. Dalam upacara pemujaan dewa kesuburan ini para pesertanya akan berhubungan intimsecara massal. Dalam perayaan yang lebih tepat kalau di sebut pesta sex gang-bang ini, tak ada aturan khusus, bagi siapaun yang ingin ikut. Semua orang bebas memilih pasangan sex-nya, maupun berganti pasangan ketika telah merasa bosan dengan pasanganya. Sahabat anehdidunia.com si pesta ini pula para remaja putri kala itu biasa melepaskan keperawanan mereka dengan suka rela dan tanpa penyesalan sedikitpun. Hal ini bisa terjadi karena mereka menganggap itu adalah perbuatan yang benar dan bahkan bisa mendatangkan berkah. Selain sex massal yang menjadi menu utama dalam Bacchanalia, biasanya orang-orang juga akan menari dan menyanyi sambil menenggak minuman keras sebagai pelengkapnya. Dan meski identik dengan wilayah Babylonia, namun Bacchanalia juga biasa di lakukan di tempat lain seperti Yunani dan juha Romawi kuno. Sedangkan untuk saat ini sendiri pesta yang hampir mirip dengan Bacchanalia ini, bisa kita temui di wilayah Mardy Grass, Amerika yang tiap tahunya menggelar sebuah perayaan besar dimana rang-orang biasanya ajan bertelanjang ria sambil menari dan menyanyi di sepanjang jalan.

Beltane


Selain di kenal sebagai bangsa yang jago melaut dan memiliki ritual pemakanaman yang unik. Bangsa Viking ternyata juga memiliki sebuah pesta atau perayaan yang luamayan nyeleneh. Pesta tersebut bernama Beltane, sebuah ritual untuk menyambut datangnya musim panas yang di isi dengan sebuah acara api unggun. Namun tentu acara kumpul-kumpul di depan api unggun ini tak hanya akan di habiskan dengan menari dan menyanyi layaknya anak pramuka saat ini. Dalam Beltane para anggota suku Viking biasanya akan membangun sebuah api unggun yang cukup besar, untuk kemudian memutarinya secara beramai-ramai. Sahabat anehdidunia.com dalam pesta ini mereka juga biasa membawa hewan ternak yang akan disucikan di depan api unggun. Namun sayangnya dalam perayaan yang bertujuan untuk mengsucikan diri ini, terdapat sebuah ritual sampingan yang berujung pada tindakan mesum. Setelah selesai memutari api unggun biasanya para anggota suku Viking, biasanya akan melanjutkan Beltane dengan ritual bercinta masal yang boleh dilakukan oleh siapaun dan dengan siapapun. Meski masih belum jelas dengan pasti bagaimana pesta seks ini di gelar. Namun ada satu aturan yang wajib dipatuhi yaitu, mereka wajib bercinta di depan api unggun yang ada pada perayaan Beltane. Sedangkan untuk pemilihan pasangan tak ada aturan tertentu, boleh pilih sendiri atau mau secara acak itu terserah pilihan masing-masing.

Pesta Kaisar Nero


Berhasil mencacatkan namanya sebagai salah satu Kaisar yang paling terkenal dalam sejarah kerajaan Romawi. Sayangnya nama Nero terkenal bukanlah karena prestasinya dalam bidang pemerintahan ataupun mengsejahterakan warganya. Nama Kaisar Nero justru di kenal karena tingkah gila yang sering Ia lakukan, salah satu tingkah gila yang dilakukan Nero, diantaranya adalah kegemaranya dalam mengadakan pesta-pesta gila yang tentunya dibumbui dengan berbagai aksi erotis yang konon sampai menguras kas milik kerajaan. Dalam pesta-pesta yang di gelar pleh Kaisar yang terkenal dengan aksinya membakar kota Roma, agar bisa membangun kota baru ini, di pastikan akan selalu ada aksi mesum yang tak bisa dibayangkan oleh orang normal. Dengan adanya suguhan seks ini Nero sepertinya berusaha untuk membuat senang para bangsawan yang Ia undang. Dengan kebebasan untuk melakukan aktivitas seks yang tak tersentuh hukum ini pula, Nero tampaknya berusaha untuk membuat para bangsawan selalu berada di pihaknya, tak peduli segila apapun tingkahnya saat memerintah kerajaan Roma. dan yang lebih gila lagi konon pesta ini dilakukan Nero hampir tiap malam, untuk memuaskan para bangsawan dan tentunya juga untuk kepuasan dirinya sendiri.

Pesta Ala Bangsa Mesir Kuno


Dikenal sebagai bangsa yang memiliki sejarah cukup tua dan kental dengan kemewahan. Tentunya kita tak bisa melupakan peradaban Mesir Kuno, saat membicarakan pesta-pesta yang mesum dan amoral. Selain terkenal dengan pesta-pesta mereka yang terkenal gila. Pada masa tersebut, bangsa Mesir juga terkenal dengan kebiasaan mereka untuk melakukan pernikahan sedarah atau Incest. Dimana seorang Ayah dkadang menikahi putrinya ataupun sebaliknya di mana ada anak yang menikahi Ibunya sendiri. Namun diantara semua kegilaan tersebut mungkin yang paling amoral dan mesum adalah adanya sebuah festival khusus dimana orang bebas untuk minum-minum dan juga berhubungan intim dengan siapapun yang Ia mau. Sahabat anehdidunia.com festival ini sendoro biasanya akan diadakan saat bangsa Mesir Kuno, ingin melakukan penghormatan pada Dewa tertinggi mereka yaitu "Ra" dan "Sekhmet." Dalam acara yang konon sangat sakral ini, orang bebas bercinta dan minum sesuka mereka, sepanjang malam sampai terbitnya matahari, keesokan harinya. Bukti dari sangking gilanya pesta ini sendiri, bisa dilihat dari catatan sejarah yang konon menyebutka jika seusai pesta ini, biasanya orang Mesir Kuno akan terbangun di jalanan kota, beberapa diantaranya bahkan ada yang masih dalam posisi bercinta setelah berpesta pora semalam suntuk.

Pesta bangsa Sodom


Dengan hanya mendengar kata Sodom, sebagain besar orang pasti sudah bisa membayangkan pesta macam apa yang terjadi. Ya, berbeda halnya dengan pesta-pesta diatas yang selalu dijadikan oleh pria dan wanita sebagai ajang seks bebas. Pesta yang diadakan Kaum Sodom, juga berhubungan dengan aktivitas seks yang tak wajar. Hanya saja level ketidakwajaran ini ada dalam level yang jauh lebih Amoral. Bangsa yang sudah tersoror akan kesukaanya dalam berpesta ini, tak hanya mengelar pesta seks bebas antar pria dan wanita. Namun juga pesta seks bebas antara sesama jenis. Jadi dalam pesta kaum Sodom, biasaya para pria akan berusaha memuaskan hasrat mereka pada sesama pria, begitupun para wanitanya yang akan memuaskan hasrat mereka terhadap sesama wanita. Untuk urusan kegilaan pesta mereka sudah tak usah dibayangkan lagi, karena itu sudah di luar penalaran manusia yang normal. Maka tak heran jika bangsa ini akhirnya musnah akibat bencana bertubi-tubi yang mengguncang negeri mereka. Sayangnya apa yang terjadi pada bangsa Sodom ini, kini mulai marak lagi terjadi walaupun secara tersembunyi dan tak seterbuka seperti apa yang dilakukan kaum Sodom dahulu kala.


Tuesday, 6 September 2016

Soekarno Dalam Pengasingan di Bengkulu

Bung Karno bersama Ibu Fatmawati. [photo : arsip nasional]
Siapa tidak kenal Bung Karno? Dia adalah presiden pertama Republik Indonesia .Ir. Soekarno lahir di  Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945–1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Soekarno adalah penggali Pancasila karena ia yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai dasar negaraIndonesia itu dan ia sendiri yang menamainya Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.
Presiden pertama yang akrab dengan panggilan Bung Karno ini pernah diasingkan di Bengkulu ini pada masa pemerintahan kolonial Belanda tahun 1938, dan masa pengasingan di Bengkulu berakhir pada tahun 1942.


Sejarah Pengasingan Bung Karno
Hidup di pengasingan bukanlah hal yang baru bagi Bung Karno. Sebelumnya pada 1928, Bung Karno pernah diasingkan di daerah Banceuy (Bandung). Kemudian dipindahkan ke Sukamiskin pada 1930—1932. Setelah itu, beliau harus menjalani masa pembuangan di Flores pada 1934.
Selama dalam masa pengasingan, Bung Karno tetap mengadakan kontak dengan dunia luar. Oleh karena itu, pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan maklumat Vergader Verbod. Maklumat tersebut berisi perintah bahwa pada tanggal 14 Februari 1938, Bung Karno harus menjalani sisa masa pembuangan terakhir ke Bengkulen (Bengkulu) beserta keluarganya. Bung Karno kemudian berangkat ditemani dengan istri pertamanya yang bernama Inggit Ganarsih. Mereka berangkat dari Flores dengan menumpang kapal dagang Belanda yang bernama Sloot Van Den Beele.

Masa Pengasingan di Bengkulu
Sesampainya di Bengkulu, Bung Karno diinapkan selama dua minggu di sebuah hotel bernama Centrum. Sebab, saat itu belum ada tempat tinggal yang layak huni. Setelah rumah disiapkan, barulah Bung Karno dan keluarganya mulai hidup di pengasingan. Rumah yang disediakan untuk Bung Karno selama menjalani pengasingannya di Bengkulu, Bung Karno ditempatkan di sebuah rumah yang awalnya adalah tempat tinggal orang Cina yang bernama Tan Eng Cian. Tan Eng Cian adalah pengusaha yang menyuplai bahan pokok untuk kebutuhan pemerintahan kolonial Belanda. Soekarno menempati rumah tersebut dari tahun 1938 hingga tahun 1942. Rumah ini berjarak sekitar 1,6 km dari Benteng Malborough. Rumah yang berada pada koordinat 0,3o 47l 85,1ll Lintang Selatan dan 102o15l 41,7ll  Bujur Timur ini berada di ketinggian 64 m di atas permukaan laut.
Rumah yang dibangun pada awal abad ke-20 ini berbentuk empat persegi panjang. Bangunan ini tidak berkaki dan dindingnya polos. Pintu masuk utama berdaun ganda, dengan bentuk persegi panjang. Bentuk jendela persegi panjang dan berdaun ganda. Pada ventilasi terdapat kisi-kisi berhias. Rumah dengan halaman yang cukup luas ini memiliki atap berbentuk limas. Luas bangunan rumah ini adalah 162 m2, dengan ukuran 9×18 m.
Dulu luas keseluruhan rumah ini mencapai 4 hektar. Selain rumah utama, ada beberapa bangunan lain. Dengan berjalannya waktu, oleh Pemerintah Propinsi Bengkulu lahan yang ada kemudian dibagi-bagi untuk rumah penduduk dan sebagian untuk gedung instansi pemerintah daerah setempat.
Walaupun diawasi dengan ketat, Bung Karno masih mengadakan kontak dengan pemuda dan tokoh-tokoh yang ada di luar lokasi pengasingan. Di antaranya adalah Buya Hamka, M. Husni Thamrin, dan K.H. Mas Mansur.
Selama di pengasingan, Bung Karno banyak menyumbangkan jasanya pada masyarakat. Ia mendirikan Masjid Jami’ di Jalan Soeprapto dan kelompok diskusi ilmiah bernama Debating Cerdas Club. Beliau juga mendirikan kelompok sandiwara Montecarlo sebagai media untuk menyusun strategi agar kemerdekaan Indonesia tercapai.

Bertemu dengan Ibu Fatmawati
Kepribadian beliau yang supel, ramah, dan sederhana dengan cepat mendapat simpati dari pemuka masyarakat setempat. Salah satunya adalah Hasan Din. Ia kemudian menjodohkan Bung Karno dengan putrinya yang bernama Fatmah. Bung Karno pun berpisah dengan istri pertamanya dan menikah dengan Fatmah pada 1943.
Fatmah kemudian berganti nama menjadi Fatmawati. Dalam catatan sejarah bangsa Indonesia, seluruh rakyat mengenal Fatmawati sebagai wanita pertama yang menjahit bendera sang saka Merah Putih. Atas jasanya tersebut, beliau dianugerahi Bintang Maha Putera Adi Perdana sebagai Pahlawan Perintis Kemerdekaan.

Monday, 5 September 2016

Mengenal Ibu Fatmawati


Ibu Fatmawati
Masa Kecil Fatmawati
Fatmawati lahir pada hari Senin, 5 Pebruari 1923 Pukul 12.00 Siang di Kota Bengkulu, sebagai putri tunggal keluarga H. Hassan Din dan Siti Chadidjah. Masa kecil Fatmawati penuh tantangan dan kesulitan, akibat sistem kolonialisme yang dijalankan oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Ayahandanya, Hassan Din semula adalah pegawai perusahaan Belanda, Bersomij di Bengkulu. Tetapi karena tidak mau meninggalkan kegiatannya sebagai anggota Muhammadiyah, ia kemudian keluar dari perusahaan itu. Setelah itu, Hassan Din sering berganti usaha dan berpindah ke sejumlah kota di kawasan Sumatera Bagian Selatan.
Tidak banyak diketahui orang bahwa sebenarnya Fatmawati merupakan keturunan dari Kerajaan Indrapura Mukomuko. Sang ayah Hassan Din adalah keturunan ke-6 dari Kerajaan Putri Bunga Melur. Putri Bunga Melur bila diartikan adalah putri yang cantik, sederhana, bijaksana. Tak heran bila Fatmawati mempunyai sifat bijaksana dan mengayomi.


Kisah Cinta Bung Karno dan Fatmawati
Jalinan cinta antara Bung Karno dan Fatmawti pada awalnya membutuhkan perjuangan yang sangat berat. Demi memperoleh Fatmawati yang begitu dicintainya Bung Karno dengan perasaan yang sangat berat terpaksa harus merelakan kepergian Bu Inggit, sosok wanita yang begitu tegar dan tulusnya mendampingi Bung Karno dalam perjuangan mencapai Indonesia Merdeka.  Pahit getir sebagai orang buangan (tahanan Belanda) sering dilalui Bung Karno bersama Bu Inggit. Namun sejarah berkata lain. Perjalanan waktu berkehendak lain, kehadiran Fatmawati diantara Bung Karno dan Bu Inggit telah merubah segalanya.

Pada tahun 1943 Bung Karno menikahi Fatmawati, dan oleh karena Fatmawati masih berada di Bengkulu, sementara Bung Karno sibuk dengan kegiatannya di Jakarta sebagai pemimpin Pusat Tenaga Rakyat (Putera), pernikahan itu dilakukan dengan wakil salah seorang kerabat Bung Karno, Opseter Sardjono. Pada 1 Juni 1943, Fatmawati dengan diantar orang tuanya berangkat ke Jakarta, melalaui jalan darat, sejak itu Fatmawati mendampingi Bung Karno dalam perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia.

Perjalanan sepasang merpati penuh cinta ini, akhirnya dikaruniai lima orang putra-putri: Guntur, Mega, Rachma, Sukma, dan Guruh. Belum genap mereka mengarungi bahtera rumah tangga, Sukarno tak kuasa menahan gejolak cintanya kepada wanita lain bernama Hartini. Inilah salah satu pangkal sebab terjadinya perpisahan yang dramatis antara Sukarno dan Fatmawati.

Kisah Dua Carik Kain Merah dan Putih
Pada tahun 1944, Jepang menjan­jikan kemerde­­kaan untuk Indonesia. Bendera Me­rah Putih diizinkan untuk diki­bar­kan dan lagu Indonesia Raya boleh diku­man­dang­kan di seluruh Nu­san­tara. Ibu Fat, istri Bung Kar­no “Sang Prok­lamator”, termasuk orang yang bingung karena tidak punya bendera untuk dikibarkan di depan rumahnya, Jalan Pegang­saan Timur 56 Jakarta, bila nanti kemerdekaan diproklamasikan.

Membayangkannya memang sulit. Saat sebagian rakyat Indonesia tak punya pakaian dan memakai kain karung, Ibu Fat perlu kain berwarna merah dan putih untuk membuat bendera. Kain saat itu adalah barang langka, apalagi barang-barang eks impor semuanya masih dikuasai Jepang.

Ibu Fat kemudian memanggil seo­rang pemuda bernama Chaerul Basri. Sang pemuda di­min­tanya untuk menemui pembesar Jepang bernama Shimizu yang dipastikan dapat membantu mencarikan kain merah-putih itu. Shimizu (masih hidup di Jepang dalam usia 92 tahun pada 2004) adalah orang yang ditunjuk pemerintah Jepang sebagai perantara dalam perundingan Jepang-Indonesia tahun 1943. Kedudukan/jabatan resminya saat itu adalah pimpinan barisan propaganda Jepang yaitu Gerakan 3A.

Memang benar, Shimizu dapat membantu Chaerul. Kain merah dan putih yang dibutuhkan Ibu Fat diperoleh melalui pertolongan pembesar Jepang lain yang mengepalai gudang di bilangan Pintu Air, di depan eks bioskop Capitol.

Walaupun kandungannya sudah tua (mengandung putera pertamanya Moh. Guntur Soekarno Putra), sehingga ia tidak boleh mempergunakan mesin jahit kaki, sehingga bendera merah putih itupun dijahit dengan jahit tangan.

Catatan menarik terjadi Tahun 1977, saat Shimizu ber­kunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Soeharto, Malam harinya, Shimizu mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh Indonesia yang pernah dikenalnya di zaman Jepang. Pada malam itulah, Ibu Fat menjelaskan kepada Shimizu bahwa bendera Merah Putih yang dikibarkan pertama kali di Pegangsaan Timur 56 dan pada hari Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 —yang se­karang dikenal dengan Bendera Pusaka— kainnya berasal dari Shimizu.

Proklamasi 17 Agustus 1945
Hari Jumat di bulan Ramadhan, pukul 05.00 pagi, fajar 17 Agustus 1945 memancar di ufuk timur kala, embun pagi masih menggelantung di tepian daun, para pemimpin bangsa dan para tokoh pemuda keluar dari rumah Laksamana Maeda, dengan diliputi kebanggaan setelah merumuskan teks Proklamasi hingga dinihari. Mereka, telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia hari itu di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada pukul 10.00 pagi.

Tepat pukul 10.00, dengan suara mantap dan jelas, Soekarnomembacakan teks proklamasi, pekik Merdeka pun berkumandang dimana-mana dan akhirnya mampu mengabarkan Kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia.

Kalau ada yang bertanya, apa peran perempuan menjelang detik-detik proklamasi kemerdekaan? Tentu kita akan teringat dengan sosok Fatmawati, istri Bung Karno.  Dialah yang menjahit bendera Sang Saka Merah Putih. Setelah itu, ada seorang pemudi Trimurti yang membawa nampan dan menyerahkan bendera pusaka kepada Latief Hendraningrat dan Soehoed untuk dikibarkan. Dan, semua hadirin mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Pada hari itu, Ibu Fatmawati ikut dalam upacara tersebut dan menjadi pelaku sejarah Kemerdekaan Indonesia.

Ibu Negara Pertama
Salah satu butir keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam sidangnya tanggal 19 Agustus 1945 adalah memilih Bung Karno dan Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia. Pada tanggal 4 Januari 1946 pusat pemerintahan Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta karena keadaan Jakarta dirasakan makin tidak aman, menyusul hadirnya tentara NICA yang membonceng kedatangan tentara sekutu.

Di kota gudeg itu, Ibu Fatmawati mendapatkan banyak simpati, karena sikapnya yang ramah dan mudah bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat. Sebagai seorang Ibu Negara, Ibu Fatmawati kerap mendampingi Bung Karno dalam kunjungan ke berbagai wilayah Republik Indonesia untuk membangkitkan semangat perlawanan rakyat terhadap Belanda dan mengikuti kunjungan Presiden Soekarno ke berbagai Negara sahabat.

Peran serta wanita dalam pembangunan telah ditunjukkan Ibu Fatmawati, beliau sering melakukan kegiatan social, seperti aktif melakukan pemberantasan buta huruf, mendorong kegiatan kaum perempuan, baik dalam pendidikan maupun ekonomi.

Penghargaan dan Mengenang Ibu Fatmawati
Rumah Sakit Fatmawati pada mulanya bernama Rumah Sakit Ibu Soekarno, terletak di Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Wilayah Jakarta Selatan, Didirikan pada tahun 1954 oleh Ibu Fatmawati Soekarno.

Semula direncanakan untuk dijadikan sebuah Sanatorium Penyakit Paru-paru bagi anak-anak. Pada tanggal 15 April 1961 penyelenggaraan dan pembiayaan rumah sakit diserahkan kepada Departemen Kesehatan sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi RS Fatmawati. Dalam perjalanan RS Fatmawati, tahun 1984 ditetapkan sebagai Pusat Rujukan Jakarta Selatan dan tahun 1994 ditetapkan sebagai RSU Kelas B Pendidikan.

Di Kota Bengkulu, sebagai kota kelahiran Ibu Fatmawati, Pemerintah Daerah beserta seluruh elemen memberikan apresiasi terhadap Ibu Fatmawati. Sebagai bentuk penghargaan dan sekaligus untuk mengenang Ibu Fatmawati, maka pada tanggal 14 Nopember 2001, Bandar Udara Padang Kemiling diubah menjadi Bandar Udara Fatmawati. Perubahan nama Bandar udara ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri.

Perjuangan Ibu Fatmawati selama masa sebelum kemerdekaan dan sesudah kemerdekaan diakui oleh Pemerintah Pusat, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118/TK/2000 tanggal 4 Nopember 2000 oleh Presiden Abdurrahman Wahid, maka Pemerintah Republik Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Ibu Fatmawati.(hen)

Friday, 2 September 2016

Ikan Pais dan Bagar Hiu Masakan Favorit Bung Karno



Ikan Pais khas Bengkulu
Bung Karno? Nama ini sudah tidak asing lagi bagi orang Bengkulu, kalau seandainya ditanyakan kepada orang Bengkulu siapa Bung Karno, pastilah jawaban yang didapati ada beberapa versi, yang pertama, akan dijawab Bung Karno adalah Presiden Pertama Republik Indonesia, kedua, Pak Karno itu punya istri orang Bengkulu yang namanya Fatmawati, ketiga, Bung Karno itu yang mendesain arsitektur Masjid Jamik, keempat, Pak Karno itu tokoh perjuangan yang pernah diasingkan di Bengkulu, kelima, Bung Karno itu Presiden RI yang makanan favoritnya Ikan Pais dan Bagar Hiu.

Jawaban kelima memang terkesan mengada-ada tetapi itulah sepenggal cerita yang tertulis di secarik kertas pada daun pintu lemari tua di bagian belakang rumah kediaman Bung Karno di Bengkulu. Lemari tua itu sudah menyimpan berjuta kenangan manis bersama Bung Karno.


Cerita ini diyakini akan kebenarannya, selain lemari tua sebagai saksi, petugas di rumah bersejarah tersebut pun mengamini kedua makanan tersebut memang menjadi makanan favorit Bung Karno selama menjalani masa pengasingan di Bengkulu sejak 1938 hingga 1942.

Apalagi kekasih hati Bung Karno, si cantik hati dari Bengkulu, Fatmawati, sangat lihai dan pandai memasak. Hampir setiap hari gadis ini rajin mengantar makanan ke rumah Bung Karno. Ikan Pais dan Bagar Hiu adalah dua menu masakan yang selalu dirindukan oleh Bung Karno. Kelihaian Fatmawati muda dalam memasak ternyata menjadi salah satu pemikat hati Bung Karno, selain memang Fatmawati punya paras yang cantik dan berbudi pekerti baik.

Empat tahun di Bengkulu, rasanya cukup waktu untuk lidah seorang Bung Karno beradaptasi dengan makanan khas lokal Bengkulu yang berciri khas santan kelapa sebagai salah satu bahan baku utamanya dengan bumbu bawang merah, bawang putih, kunyit, daun jeruk, daun salam, dan lengkuas, aneka bumbu-bumbu dasar lainnya, melengkapi cita rasa makanan ini.

Tapi sayang, masakan khas ini hampir punah tergerus oleh kebiasaan kita mengkonsumsi makanan siap saji ala Amerika. Perlu kita syukuri bahwa masih ada pebisnis restoran yang tertarik menyajikan menu utamanya adalah masakan-masakan khas asli Bengkulu.(hen)

Thursday, 1 September 2016

Misteri Dibalik Keperkasaan Marlborough



Bangunan Benteng Marlborough [photo : adieb]
Usia boleh tiga abad, bencana boleh datang silih berganti. Namun keperkasaannya masih memperkaya khasanah situs peninggalan bersejarah di Indonesia. Siapa dia? Dia adalah Benteng Marlborough yang menjadi salah satu kebanggaan bagi Kota Bengkulu. Warisan bangunan kuno peninggalan Inggris terbesar di Indonesia itu bukan hanya legendaris dan populer namun juga menyimpan misteri.

Pada 2000 misalnya, kota Bengkulu digoyang gempa bumi tektonik kuat berkekuatan 7,3 skala Richter. Akibatnya, ribuan rumah penduduk, sekolah, dan perkantoran roboh. Sarana dan prasarana kota Bengkulu juga hancur dihantam gempa.

Tujuh tahun setelah itu, Bengkulu kembali dihantam gempa bumi dahsyat. Bencana alam kali ini diikuti tsunami setinggi 3,5 meter. Namun benteng yang dibangun Inggris pada tahun 1714 itu tetap berdiri kokoh. Benteng ini sangat perkasa dalam menghadapi gempa bumi yang memang kerap terjadi di Bengkulu.Walapun terus digoyang. Marlborough tak bergeming sedikit pun. 


Kondisi ini jelas menyimpan misteri yang belum terungkap sepenuhnya. Apalagi konstruksi benteng ini, secara ilmiah dalam sudut pandang bangunan modern, tidak tahan gempa. Benteng ini ndak memiliki konstruksi beton bertulang.

Dengan kata lain, tak ada tiang-tiang dan kolom besi yang dicor dengan semen sebagaimana halnya dengan standar bangunan tahan gempa masa kini. Dindingnya hanya terbuat dari susunan bata merah. Ketebalan dindingnya bervariasi, antara 50 sentimeter sampai 1,8 meter. Bahkan, di bagian luar, ketebalan dindingnya mencapai tiga meter.Bahari bangunan yang dipakai juga sederhana untuk ukuran masa kini, yakni berupa baru karang, batu kali, dan bata merah dengan perekat menggunakan campuran kapur, pasir, dan semen merah. Pintu-pintunya terbuat dari kombinasi antara besi (sebagai tulang) dan papan kayu.

Tapi itulah uniknya, gempa tak mampu meluluhlantakkan keperkasaan bangunan kuno seluas 2,7 hektare. Semua bagian benteng mulai dari ruang penyimpanan senjata, barak pasukan, ruang jaga, sel militer, dan lain-lain tetap utuh. Keperkasaan ini semakin menguatkan cerita mistis yang beredar di balik benteng yang dibangun semasa Gubernur Joseph Callet berkuasa. Klop sudah karena Inggris memang salah satu negara di dunia yang amat terkenal dengan alam gaibnya. Rumor yang beredar di masyarakat Bengkulu, benteng ini dihuni oleh mahluk gaib. Beberapa pengunjung yang membidikkan kameranya di beberapa ruang tertentu kerap mendapati sinar aneh yang terekam dalam foto tersebut.

Terlepas dari rumor tersebut, Marlborough memang menyimpan kisah unik mengenai sepak terjang Inggris di Bengkulu. Bengkulu tempo dulu merupakan ibukota wilayah presidensi (kumpulan wilayah residen) Inggris di sepanjang pesisir barat Sumatra yang meliputi Manna, Lais, Natal, Tapanuli, dan Krui. Semua kegiatan administrasi dikendalikan di Benteng Marlborough yang selesai dibangun pada tahun 1783.Bukan hanya itu. Benteng ini juga sekaligus dipakai sebagai sistem pertahanan bagi tentara Inggris dari serangan musuh-musuhnya. Benteng yang menghadap Samudra Hindia ini memang sangat strategis dalam memantau pergerakan musuh yang menyusup dari arah laut tersebut.

Di bagian paling atas benteng misalnya, kini kita dapat memandang betapa luasnya Samudra Hindia. Apalagai di kala sunset, tempat ini paling cocok untuk menikmati keindahan wama lembayung nan lembut dengan panorama penuh eksotis.Berkelana di kawasan Marlborough seluas 4,4 hektare memang mengasyikkan. Kita akan dibawa ke masa lalu yang penuh dengan dinamika. Beberapa meriam tercanggih pada masanya dipajang di berbagai tempat, seperti di bagian atas, halaman dalam, dan taman-taman. Begitu memasuki benteng, koleksi berbagai senjata meriam itu langsung menyergap pandangan.

Strategi pertahanan perang yang didesain tentara Inggris memang taktis. Sebelum memasuki gerbang utama (great gate) benteng, harus melewati dua jembatan kayu yang di bawahnya berupa parit yang dulunya selalu tergenang air. Jembatan ini tadinya bisa diangkat dan diturunkan sesuai kebutuhan. Kini, jembatan kayu itu tak bisa lagi diangkat dan diturunkan.Jika musuh datang, jembatan itu diangkat untuk menghambat musuh agar tidak merangsek ke dalam benteng. Kalaupun musuh masih dapat melewati parit, mereka juga harus berjuang ekstra keras. Pasalnya, benteng ini menggunakan sistem pertahanan berlapis.

Berada di dalam benteng, memang terasa unik. Benteng ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertahanan semata. Lebih dari itu,benteng itu laksana sebuah kompleks hunian di tengah kota.

Konon gubernur, para petinggi, dan pegawai, termasuk militer yang berjumlah 90 orang bermukim dan berkantor di dalam benteng yang memang sangat luas. Mereka seperti layaknya hidup bermasyarakat. Terbukti berbagai catatan mengenai kelahiran, pembabtisan, perkawinan, hingga kematian dari para penguhuninya itu dapat kita lihat karena masih terdokumentasi.m dengan baik.Empat batu nisan berukuran besar diletakkan di salah satu dinding. Di situlah para petinggi Inggris dimakamkan. Sebut saja Deputi Gubernur Richards Watts. Lalu, tak jauh dari situ juga terdapat makam Residen Thomas ParT yang terbunuh pada Desember 1807 dan Sekretarisnya Charles Murray.

Anda penasaran untuk melihat dari dekat keunikan dan keperkasaan Benteng Marlborough? Silakan jelajahi pesonanya. Apalagi akses menuju ke bangunan peninggalan kolonial Inggris itu sangat mudah, hanya berjarak 600 meter dari Rumah Dinas Gubernur Bengkulu atau sekitar tiga kilometer dari Kawasan Simpang lima, Kota Bengkulu.